Ombak Besar, Ribuan Bubu Tak Terselamatkan

Rabu, 14 Maret 2012 | 05:07 WIB


KOTA – Ombak besar dalam tiga hari terakhir ini dilaporkan kembali merusak dan menghempaskan ribuan bubu yang dipasang di laut dangkal oleh sebagian nelayan tradisional di Kecamatan Kota Rembang.

Seorang nelayan di Desa Pandean, Kecamatan Kota Rembang, Muslih, Rabu (14/3), menuturkan ombak besar datang secara ekstrem dan tiba-tiba sehingga mereka tak sempat menyelamatkan alat tangkap rajungan itu dan memaksanya tak berpenghasilan selama tiga hari ini.

“Kami sudah tidak melaut dalam tiga hari ini. Akibat ombak besar, sebagian nelayan pun tak sempat menyelamatkan bubu yang terlanjur dipasang di laut,” kata dia.

Ia juga mengatakan, belakangan, cuaca laut semakin tak menentu. “Jika melihat bulannya, mestinya pada Maret gelombang laut sudah teduh dan cuaca berlangsung normal. Namun entah kenapa, kini kok malah masih saja ada ombak besar,” kata dia.

Nelayan pun, kata dia, kerap dihantui rasa khawatir. “Risiko yang timbul tidak hanya materi tetapi juga keselamatan jiwa apabila memaksa melaut saat cuaca buruk,” kata dia.

Ia menyebutkan setiap nelayan rata-rata memasang 150-200 bubu untuk menangkap rajungan. “Hampir semua nelayan di desa ini dan di kampung nelayan lainnya sedang giat menangkap rajungan sehingga jumlah bubu yang rusak bahkan hilang mencapai ribuan,” kata dia.

Lilik nelayan lain menyebutkan, satu bubu dibuat dengan ongkos sekitar Rp20.000. “Jadi kalau yang rusak atau hilang hingga 200 bubu, maka kerugian nelayan mencapai Rp4 juta,” kata dia.

Disebutkan juga, kendati ombak besar, harga rajungan tak lantas beranjak naik. “Harga rajungan cenderung stabil di harga Rp30.000-Rp35.000 per kilogram,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan