Ngantuk, Trintin Seruduk Truk Parkir

Sabtu, 19 Mei 2012 | 04:51 WIB


KRAGAN – Gara-gara sang sopir mengantuk, sebuah truk trintin (di atas tronton, red.) bermuatan puluhan sepeda motor yang melaju dari arah Jakarta menyeruduk dump truk yang sedang parkir di tepi jalan pantura turut Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Sabtu (19/5) sekitar pukul 08.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu. Namun akibat serudukan trintin bernomor polisi B 9444 WW, truk parkir bernomor polisi K 1892 BD itu menjadi terpental dan menimpa warung kopi yang berada tak jauh dari lokasi kejadian sehingga rusak berat.

Menurut keterangan seorang saksi mata di lokasi kejadian, Arifin (30), kejadian bermula ketika trintin yang melaju dengan kecepatan sedang dari arah barat (Jakarta) memilih berada di lajur kiri.

“Sesampainya di lokasi, tiba-tiba trintin itu mendadak nyelonong ke kanan dan menyeruduk dump truk bermuatan material tambang. Dump truk lantas mengucur deras dan menimpa warung kopi milik Wiyoto yang masih tutup ini,” terang Arifin yang warga Desa Balongmulyo itu.

Saat kejadian, sopir dump truk, Siswanto (40), warga RT 5 RW 3 Desa Sumurtawang, Kecamatan Kragan, meninggalkan armadanya beberapa saat untuk sarapan di warung makan, sebelah timur warung kopi yang ditubruk tadi, katanya menambahkan.

Sopir trintin, Saman (60), warga Jalan Mentor Nomor 61 Bandung, selamat. Hanya, bagian depan kanan armadanya yang mengalami kerusakan cukup parah.

Namun, belasan sepeda motor muatannya mengalami kerusakan ringan. Sementara, kerugian material akibat kerusakan warung kopi, diperkirakan tak kurang dari Rp2,5 juta.

“Saya sebenarnya sudah sempat beristirahat sesaat di Lasem. Namun karena diburu jam, saya nekat saja melanjutkan perjalanan. Sebelum kejadian ini, saya kantuk berat,” kata Saman. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan