Nelayan Rembang Keluhkan Dana PUMP Telat Cair

Sunday, 1 December 2013 | 18:34 WIB
Nelayan Rembang

Nelayan di Kabupaten Rembang

REMBANG, MataAirRadio.net – Sejumlah kelompok nelayan di Kabupaten Rembang mengeluhkan keterlambatan pencairan dana Program Usaha Mina Perdesaan (PUMP). Pada tahun ini, ada 20 kelompok nelayan di wilayah pesisir Pantai Rembang yang dialokasi bantuan masing-masing Rp100 juta dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Rasno, salah satu tokoh nelayan di Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang mengatakan, keterlambatan pencairan dana memang tidak berdampak pada penyerapan. Tetapi para kelompok penerima terlalu lama menunggu, sementara alat tangkap dan mesin tempel perahu mereka, sudah mendesak diganti.

Dia menyebutkan, ada tiga kelompok nelayan di desanya yang menerima PUMP tahun ini. Biasanya memang digunakan untuk membeli alat tangkap dan mesin tempel. Sejak diluncurkan pada 2011, sudah delapan kelompok nelayan di desanya yang menerima program dari Pusat tersebut.

Minggu (1/12) pagi, 20 kelompok penerima PUMP 2013 dikumpulkan oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang untuk bersiap melakukan pencairan. Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Sunyoto mengatakan, pencairan PUMP 2013 untuk kabupaten ini memang terlambat.

Menurutnya, keterlambatan pencairan terjadi akibat verifikasi kelompok yang molor. Verifikasi oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, baru dilakukan pada September kemarin. Sunyoto mengungkap, molornya jadwal verifikasi disebabkan oleh adanya dana aspirasi untuk kelompok nelayan yang turun pada pertengahan tahun.

Pencairan dana PUMP biasanya berlangsung pada Oktober, sedangkan verifikasi dilakukan pada tiga bulan sebelumnya. Sunyoto menyebutkan, dari 3.000 kelompok penerima PUMP di seluruh Indonesia, ada 174 kelompok yang pencairannya terlambat, termasuk 20 kelompok dari Rembang.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang membenarkan, bantuan sebesar masing-masing Rp100 juta per kelompok itu digunakan sesuai kebutuhan. Misalnya pembelian mesin dan alat tangkap. Sebenarnya tahun ini, ada 28 kelompok nelayan yang diajukan menerima bantuan, namun setelah diverifikasi hanya 20 kelompok yang bisa dibantu pada tahun ini.

Suyoto meminta kepada kelompok nelayan yang belum mendapat jatah pada tahun ini agar bersabar. Pihaknya pun mengharap adanya efek balik dari nelayan penerima dengan tidak lagi menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan, misalnya jaring cotok. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan