Nelayan Sarang Minta Pemkab Bangun Pelabuhan

Selasa, 26 Februari 2013 | 18:00 WIB
Nelayan Sarang inginkan tempat sandar memadai untuk kapal-kapal mereka.

Nelayan Sarang inginkan tempat sandar memadai untuk kapal-kapal mereka.

SARANG, MataAirRadio.net – Nelayan di Kecamatan Sarang meminta Pemerintah Kabupaten Rembang membangun pelabuhan atau tempat sandar memadai untuk kapal-kapal mereka. Jumlah nelayan di wilayah itu mencapai ratusan dan hampir keseluruhan memiliki kapal jenis mini purse seine.

Seorang nelayan asal Desa Bajing Meduro, Rozi kepada reporter MataAir Radio, Selasa (26/2) siang mengatakan, pelabuhan diperlukan untuk mendukung bongkar hasil tangkapan ikan dan bisa mempermudah ketika mengisi perbekalan kapal.

Sejauh ini, untuk keperluan tersebut, nelayan terpaksa memanfaatkan perahu kecil untuk mengangkut hasil tangkapan ikan ke pantai paling tepi atau menyuplai perbekalan ke kapal.

Menurut Rozi, lantaran jarak sandar kapal mini purse seine yang jauh dari pantai, sejumlah nelayan mengaku sering kehilangan sejumlah barang kelengkapan kapal lantaran pemilik tidak bisa leluasa mengamati keamanan kapal mereka.

Rozi menilai, dengan kuantitas serta kualitas perikanan di wilayah Kecamatan Sarang yang memadai, keberadaan pelabuhan cukup pantas diusahakan. Apalagi, wilayah ini berlokasi strategis sehingga akan banyak dampak positif yang bisa dituai.

Mualif, petugas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sarang menegaskan, mayoritas nelayan di wilayahnya memang mengharapkan adanya tempat sandar atau pelabuhan. Menurutnya, seringkali antarkapal berbenturan ketika sedang sauh atau bersandar karena terjangan angin kencang dan keberadaan pelabuhan bisa mengurangi risiko yang demikian.

Pengelola TPI Sarang mencatat ada sekitar 110 kapal jenis mini purse seine milik nelayan setempat. Semua kapal itu selalu sandar di lokasi cukup jauh dari pantai sehingga rawan luput dari pengawasan pemiliknya. (Ilyas Almustofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan