Narapidana Di Rembang Belum Akan Dilayani e-KTP

Jumat, 11 Mei 2012 | 07:14 WIB

KOTA – Perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bagi tahanan dan narapidana di Kabupaten Rembang belum bisa dilakukan dalam waktu dekat lantaran perangkat mobile e-KTP yang belum siap.Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang Shodiq, Jumat (11/5), menjelaskan perekaman data e-KTP bagi tahanan atau narapidana penghuni rutan dilakukan di rutan setempat.

“Karena perekaman data e-KTP dilakukan di rutan, tentu kami harus menunggu kedatangan perangkat mobile. Dan sejauh ini, kami belum menerima konfirmasi terkait kedatangan perangkat tersebut,” terangnya.Karena itu, pihaknya hanya menjadwalkan perekaman data e-KTP bagi tahanan dan narapidana di Rutan Kelas IIB Rembang dilakukan di akhir masa pelaksanaan program tersebut.

“Sejauh ini, perekaman bagi mereka (tahanan dan narapidana, red.) dijadwalkan di akhir masa perekaman setelah wajib e-KTP reguler selesai. Sekitar awal Oktober mendatang,” terang dia. Shodiq juga mengatakan, karena kedatangan perangkat e-KTP belum jelas waktunya, pihaknya pun belum melakukan koordinasi dengan pihak rutan.

“Perangkat mobile e-KTP tidak hanya untuk melayani tahanan atau narapidana, tetapi juga warga berkebutuhan khusus dan warga yang tinggal di daerah terpencilm” terang dia.Pelayanan E-KTP mobile tersebut dirakit di dalam satu unit mobil. Di dalam mobil tersebut telah tersedia perangkat seperti kamera, alat perekam sidik jari, perekam retina, alat perekam tanda tangan wajib e-KTP, dan genset pembangkit listrik.Shodiq menambahkan, layanan perekaman data e-KTP secara mobile mungkin juga akan diterapkan untuk beberapa karyawan di lingkungan perbankan.

“Mungkin karena kesibukannya mereka tidak bisa memenuhi undangan e-KTP. Sangat mungkin mereka ini kita layani,” tandas dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan