Mz dan Sn Alirkan Dana Kepada R

Senin, 30 Januari 2012 | 02:40 WIB

KOTA – Dua tersangka kasus dugaan penyimpangan dana bantuan Kementerian Perikanan dan Kelautan Rp100 juta untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Mandiri Desa Kabongan Lor, Mz dan Sn, mengaku mengalirkan dana bantuan itu kepada seseorang berinisial R.

Penasehat hukum Mz dan Sn, Dharmawan Budiharto, Senin (30/1) mengatakan, kliennya melakukannya atas perintah R. “Baik Mz maupun Sn mengaku mengaku tidak mengetahui secara menyeluruh pengelolaan dana bantuan tersebut,” kata dia.

Mz maupun Sn, kata dia, hanya sebatas mengetahui dan mencairkan dana Rp100 juta itu. “Dana bantuan tesebut dicairkan dalam dua termin masing-masing Rp50 juta. Tersangka Mz mengetahui dua termin pencairan, sedangkan Sn hanya tahu detail satu termin pencairan,” kata dia.

Setelah menyerahkan dana tersebut kepada seseorang berinisial R, lanjut dia, keduanya lantas tidak mengetahui aliran dana itu karena mereka tidak turut serta mengelolanya. “Yang mengelola dan mengatur justru R,” kata dia.

Karena ketidaktahuan ini, kata dia, Mz dan Sn merasa hanya menjadi boneka R. “Keduanya baru tahu ada penyimpangan ketika kasus ini meledak,” kata dia.

Menurut dia, dilihat dari posisinya, kedua tersangka berada pada posisi penting dalam kelompok tersebut dan tata cara pencairan dana memang dalam posisi salah.

“Namun keduanya memang tidak mengetahui secara persis penggunaan dana tersebut,” kata dia.

Ia menambahkan, berapa dana yang dibelanjakan dan sebagainya, keduanya hanya sedikit mengetahuinya, bahkan tersangka Sn mengatakan sama sekali tidak mengetahui proses penggunaan dana tersebut.

Baik Mz maupun Sn hanya bisa pasrah atas keputusan penetapan tersangka tersebut. “Yang cukup memprihatinkan, salah seorang tersangka ternyata buta huruf. Dia kaget karena ternyata dikelompok dia diposisikan sangat vital oleh R,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan