Mutasi Penduduk Menjelang Pilkades di Rembang Disorot

Kamis, 24 Oktober 2013 | 13:53 WIB
Kantor Kecamatan Kragan

Kantor Kecamatan Kragan

REMBANG, MataAirRadio.net – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa secara serempak di Kabupaten Rembang pada November mendatang, aksi pindah kependudukan diduga marak. Perpindahan penduduk ini dilatarbelakangi oleh anggota keluarga atau kerabat yang mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Pemkab Rembang menyoroti tren mutasi kependudukan menjelang pelaksanaan pilkades. Kasubag Tata Pemerintahan Desa Setda Rembang Gunari membenarkan, adanya aksi semacam itu. Pihaknya menyerahkan kasus semacam ini kepada Camat.

Menurutnya, mutasi kependudukan memerlukan persetujuan dari Camat. Selagi alasannya tidak masuk akal misalnya sekadar membantu kerabat yang nyalon kepala desa, Camat bisa saja mempertimbangkan untuk tidak mengabulkannya. Pertimbangan ini perlu agar tak terjadi permasalahan yang baru.

Maraknya mutasi kependudukan, setidaknya terjadi di Kecamatan Kragan. Dalam kurun seminggu terakhir, tercatat ada 10 orang warga yang mengajukan pindah kependudukan, baik antardesa maupun kecamatan.

Menurut Gunari memang tidak terjelaskan secara rinci, mereka yang pindah ini karena latar belakang pilkades. Namun, Pemkab berharap kepada pemerintah di kecamatan untuk mencermatinya.

Ia menambahkan, warga yang mencabut status kependudukannya di desa tertentu, justru bisa saja kehilangan hak pilihnya di desa tujuan pindah jika tidak segera melapor. Daripada bermasalah dan kehilangan hak pilih, pihaknya menyarankan agar tidak memaksakan diri kalau motifnya sekadar pilkades.

Sementara itu, tahapan pelaksanaan pilkades secara serempak di Kabupaten Rembang, akan memasuki babak penetapan calon kades pada Jumat, 25 Oktober ini. Namun, berdasarkan penelusuran MataAir Radio, selain di Kecamatan Kragan, aksi mutasi kependudukan menjelang pilkades juga disinyalir marak di wilayah Kecamatan Sarang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan