Kunjungi Museum Kartini, Ini Sorotan Ganjar

Jumat, 18 Oktober 2013 | 14:08 WIB
foto RA Kartini yang berdampingan dengan suaminya Adipati Singgih Djojo Adhiningrat.

Foto RA Kartini yang berdampingan dengan suaminya Adipati Singgih Djojo Adhiningrat.

REMBANG, MataAirRadio.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (18/10) pagi, berkunjung ke Rembang. Mengenakan kemeja berlengan pendek warna putih dan bercelana warna krem serta bersepatu hitam, Ganjar tiba di Pendapa Museum Kartini Rembang, sekitar jam sembilan pagi.

Dia tidak langsung menyantap sarapan yang telah disuguhkan. Gubernur yang akan berulang tahun ke-45 pada 28 Oktober nanti itu memilih berkunjung terlebih dahulu ke Museum Kartini, di kompleks pendapa.

Saat berkunjung di museum yang direvitalisasi dengan anggaran lima miliar rupiah pada 2011 itu, Ganjar sempat menyorot foto RA Kartini yang berdampingan dengan suaminya Adipati Singgih Djojo Adhiningrat.

Di foto tersebut, Kartini berdiri di sebelah kanan sang suami. Sementara umumnya, ketika sepasang suami istri berfoto, sang istri berada di samping kiri suaminya.

Ganjar lantas bertanya kepada petugas pemandu yang mengikutinya mengenai alasan Kartini memilih
berdiri di sebelah kanan. Menurut pemandu, bisa jadi itu adalah salah satu cara Kartini untuk menunjukkan
emansipasi wanita pada masa itu. Mendengar jawaban itu, Ganjar hanya menganggikan-anggukan kepala.

Seusai blusukan di Museum Kartini, Ganjar berhenti sejenak sarapan. Setelah itu, Ganjar mengunjungi Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke dan SMA Negeri Pamotan. Menurut jadwal, Ganjar juga akan singgah di Sentra Lontong Tuyuhan pada jam satu siang ini dan mengikuti Festival Lasem pada jam dua siang.

Gubernur Jateng yang dilantik 23 Agustus kemarin ini, juga dijadwalkan berkunjung ke STIE YPPI dan menutup kunjungan perdananya ke Rembang, dengan bersilaturahmi ke kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan