Muncul Setakhong, Masyarakat Lasem Bereaksi

Jumat, 22 Juni 2012 | 07:24 WIB


REMBANG – Kemunculan secara tiba-tiba sebuah laman atau web www.setakhong.com yang mengatasnamakan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu (Kong Jiao Shu Yuan) atau Setakhong, mengundang reaksi dari masyarakat di Kecamatan Lasem.

Pasalnya, dalam laman tersebut, disebutkan bahwa kampus Setakhong tersebut beralamatkan di Jalan Raya Lasem-Surabaya Kilometer 3 Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Persisnya di seberang jalan depan SD Negeri Tasiksono, Lasem.

Setakhong yang didirikan oleh Yayasan Xin Rulin tersebut digadang sebagai Sekolah Tinggi Agama Khonghucu yang pertama di Indonesia. Disebutkan pula bahwa sekretariat yayasan tersebut berada di Jalan Eyang Sambu Nomor 72 Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem.

Menurut keterangan yang dihimpun suararembang, reaksi dari masyarakat Lasem muncul lantaran sejauh ini warga setempat tidak pernah diajak diskusi terkait rencana pendirian Setakhong.

Sekadar tahu pun tidak. Sepengetahuan warga, bangunan seluas 1.000 meter persegi yang berdiri di atas lahan seluas tak kurang dari 5.400 meter persegi tersebut adalah sebuah gudang milik seorang pengusaha Lasem berinisial NG.

Ketua Yayasan Xin Rulin, Lucia Herawati seusai bertemu Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Rembang, Jumat (22/6) berdalih, Setakhong masih dalam persiapan sehingga belum ada kegiatan.

“Kami memang belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat lantaran Setakhong masih dalam proses pengurusan perizinan ke Kementerian Agama RI dan belum ada kegiatan. Kami tentu masih harus menunggu Peraturan Menteri Agama (PMA) sebelum beroperasi,” ujar Lucia.

Mengenai keberadaan laman yang sudah mengetengahkan persyaratan mahasiswa pendaftaran mahasiswa baru, Lucia berdalih itu hanya pandai-pandainya si pembuat web. “Soal yang ada di-web, itu kan pintar-pintarnya yang buat,” terang dia.

Ia menyebutkan, pendirian Setakhong tersebut dimaksudkan untuk mendidik para calon guru Khonghucu. “Karena mendidik mahasiswa menjadi calon guru Konghucu, maka syarat masuk mahasiswa ya harus beragama Khonghucu. Kami memilih Lasem sebagai lokasi kampus lantaran merupakan kota yang tenang dan cocok untuk pendidikan,” tandasnya.

Pihaknya pun mengaku akan segera mengajukan revisi izin mendirikan bangunan (IMB) dari bangunan gudang ke bangunan perguruan tinggi kepada pemerintah setempat ketika izin operasional Setakhong sudah turun.

“Saat ini permohonan izin sudah masuk ke Kemenag Pusat. Di Indonesia, Setakhong baru akan ada satu di Lasem ini. Kami berjalan sesuai prosedur,” tegas Lucia didampingi Calon Ketua Setakhong, Profesor Usman Arif.

Menanggapi keberadaan Setakhong itu, Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang, Kartono mengatakan wewenang pendirian Setakhong berada di tangan Kemenag Pusat.

“Di sana (Kemenag Pusat, red.) sendiri belum terbentuk Dirjen Dikti untuk konghucu. Mestinya ya masih panjang prosesnya. Prosedur Setakhong jelas masih harus melalui banyak tahapan,” katanya menjelaskan. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan