Warga Rembang Merantau Ngecat ke Luar Jawa

Selasa, 29 Januari 2013 | 16:32 WIB
Sejumlah warga Rembang merantau ke luar Jawa.

Sejumlah warga Rembang hendak merantau ke luar Jawa.

REMBANG – MataAirRadio.net, Sejumlah warga Kabupaten Rembang memilih merantau ke luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur untuk menjadi tukang cat, seiring sepinya penghasilan mereka sebagai petani di daerahnya.

Amin misalnya. Saat ditemui reporter MataAir Radio Selasa (29/1) pagi, lelaki berusia 28 tahun ini mengaku hendak berangkat ke Kendari Sulawesi Tenggara untuk menjadi tukang cat di sana.

Amin yang warga RT 4 RW 2 Dusun Nglegok Desa Sukorejo Kecamatan Sumber bersama dengan tiga orang temannya nekat merantau jauh, demi mendapatkan rupiah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.

Ia juga mengaku baru kali pertama berangkat boro menjadi tukang cat ke Kendari. Namun, sebelumnya ia pernah merantau dengan juga menjadi tukang cat di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Amin menuturkan, suka duka menjadi tukang cat di Luar Jawa sudah banyak dialaminya. Apalagi, permintaan mengecat tidak selalu ramai. Ketika sepi, kadang permintaan mengecat bahkan tidak dibayar dengan uang tetapi dengan buah-buahan yang kemudian dijual sendiri.

Hal senada dituturkan Nur Sahid (27), warga RT 1 RW 4 Dusun Brabo Desa Karangsari Kecamatan Sulang. Ia yang juga akan berangkat merantau menjadi tukang cat di Kendari mengaku sudah empat kali boro ke Luar Jawa seperti Pangkal Pinang dan Batam Kepulauan Riau.

Setiap kali berangkat merantau menjadi tukang cat, Nur Sahid menyebutkan membawa perbekalan cat hingga 15 kilogram dari rumah. Alasannya, harga cat di Rembang masih jauh lebih murah dibandingkan di Luar Jawa. Namun ia tak menyebutkan perbandingan harganya.

Nur Sahid menambahkan, ongkos transportasi berangkat ditambah uang saku dan perbekalan ke Kendari mencapai Rp2,5 juta. Jika lancar dan permintaan jasa mengecat sedang ramai, maka saat pulang setelah bekerja satu bulan, ia mengaku bisa mengumpukan uang hingga tujuh juta rupiah.

Damuri dan Adi Bejo, warga Desa Sukorejo Kecamatan Sumber yang juga turut dalam rombongan itu menambahkan, merantau menjadi tukang cat ke Luar Jawa lebih dipilih daripada menganggur di rumah. Penghasilan dari bertani atau menjadi buruh tani tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Mereka berharap perjuangan mereka merantau menjadi tukang cat ke Kendari Sulawesi Tenggara kali ini berkah sehingga lancar, selamat, dan bisa membawa banyak uang ketika pulang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan