Mayat Perempuan Renta Ditemukan Mengering di Kebun Tebu

Senin, 17 September 2012 | 02:48 WIB
Warga memadati lokasi penemuan mayat seorang perempuan renta di sebuah kebun tebu turut Desa Karangturi Kecamatan Lasem, Senin (17/9). (Foto: Pujianto)

LASEM, mataairradio.net – Seorang buruh tebang menemukan mayat seorang perempuan renta yang sudah mengering di sebuah kebun tebu turut Desa Karangturi Kecamatan Lasem, Senin (17/9) sekitar pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun mataairradio.net dari lokasi kejadian, mayat perempuan renta yang kemudian diketahui sebagai Siti Sulasmi (75) warga RT 1 RW 1 Desa Jolotundo Kecamatan Lasem itu, kali pertama ditemukan oleh Mustadi (37) warga RT 7 RW 2 Ngropoh Pancur, ketika hendak menebang tebu di kebun setempat.

Sontak temuan itu membuat geger dan mengundang ratusan orang untuk menyaksikannya. Berita mengenai ditemukannya mayat seorang perempuan renta itu pun terdengar oleh Suharto (58), warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem.

“Saya mendengar kabar mengenai ditemukannya mayat seorang renta di sebuah kebun tebu dekat Sentra Lontong Tuyuhan. Kami segera ke lokasi. Saya pun kaget melihat mayat itu adalah mbakyu (Siti Sulasmi, 75 tahun, red.),” ungkap Suharto.

Suharto juga mengungkapkan, kakak perempuannya itu sudah dinyatakan hilang dari rumah sejak Senin (10/9) malam. “Kami sudah mencarinya hingga ke beberapa daerah dalam seminggu ini. Namun, ketemunya kok malah di sini,” katanya.

Ia menuturkan, sebelum menghilang untuk kali terakhir, kakaknya yang sudah pikun itu memang sudah kerap kali meninggalkan rumah, tetapi selalu pulang.

“Sebelum-sebelumnya paling dia hanya pergi sebentar, terus pulang. Maka begitu dia pergi Senin (10/9) malam dan tidak tampak pulang hingga Selasa (11/9) dini hari, kami pun panik,” katanya.

Mengenai ditemukannya mayat Siti Sulasmi di kebun tebu yang jaraknya cukup jauh dari jalan raya, Suharto enggan menduga-duga. Hanya, kata dia, Siti Sulasmi nyaris tidak pernah mau menerima makanan dari orang yang tak dikenalnya.

“Selama ini, saya yang kerap menyambangi mbakyu untuk mengiriminya makanan. Ia nyaris tidak pernah mau menerima makanan dari orang lain. Mungkin sebelum ajal menjemputnya, ia kelelahan dan perutnya kosong,” ujarnya.

Aparat kepolisian dari Sektor Pancur dan Lasem yang turun ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian. Polisi belum menyimpulkan apa pun terkait temuan mayat itu. Namun, mayat Siti Sulasmi tetap dibawa ke rumah sakit. Selain untuk disucikan, jenazahnya juga akan diautopsi. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan