Empat Mahasiswi Belanda “Ngontel” untuk Perempuan Rembang

Senin, 15 September 2014 | 15:24 WIB
Empat orang mahasiswi dari Universitas Amsterdam Belanda mengayuh sepeda angin dari negaranya ke Indonesia. (Foto:Pujianto)

Empat orang mahasiswi dari Universitas Amsterdam Belanda mengayuh sepeda angin dari negaranya ke Indonesia. (Foto:Pujianto)

SULANG, MataAirRadio.net – Empat orang mahasiswi dari Universitas Amsterdam Belanda mengayuh sepeda angin dari negaranya ke Indonesia. Senin (15/9) pagi, mereka singgah di Rembang dan mengunjungi tempat budidaya jamur di Desa Pomahan Kecamatan Sulang.

Lokasi budidaya jamur dipilih untuk dikunjungi karena dikembangkan oleh kawula muda perempuan desa setempat. Sementara niat mereka berkunjung ini adalah untuk kampanye perlindungan perempuan dan kesetaraan gender serta pemberdayaan ekonomi kaum muda.

Monique, salah satu dari mereka mengaku sengaja datang dari Belanda untuk bersepeda menuju Pulau Jawa. Dia yang baru berusia 24 tahun ini datang ke Rembang karena proyek pemberdayaan ekonomi kaum muda yang dicanangkan Plan Indonesia. Mereka juga aktivis perlindungan perempuan Belanda.

Sepanjang perjalanan dengan bersepeda dari Jakarta ke Rembang, mereka tidak menginap di hotel. Mereka mengaku menginap di sejumlah kantor polisi di daerah yang dilalui. Mereka menyatakan mendapat perlakuan yang baik.

Monique yang mengurus logistik ketiga temanny yakni Carlyn, Sophie, dan Lidewij, mengaku tidak mendapatkan sponsor khusus. Namun dari perjalanan bersepeda ini, mereka bisa mendapat sponsor untuk mengampanyekan perlindungan perempuan di negaranya.

Menurutnya, tidak ada isu khusus yang menjadi perbincangan di Belanda mengenai perempuan Indonesia. Perjalanan mereka ke Rembang disebut penting. Sebab sepulang dari Rembang, mereka akan berbagi topik pemberdayaan perempuan muda yang didapat ke sesamanya dan Pemerintah level bawah.

Selain mengunjungi lokasi budidaya jamur, mereka juga akan berkunjung ke industri pembuatan sapu serabut kepala di Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan pada Selasa (16/9) ini. Setelah itu mereka akan melanjutkan perjalanan ke Bali juga dengan bersepeda.

Mereka akan kembali ke Amsterdam setelah balik dari Jakarta dan menuntaskan perjalanan serupa di Singapura. Keempat perempuan muda ini mengayuh dua sepeda panjang, masing-masing secara berboncengan. (Pujianto)




One comment
  1. sukinah

    September 16, 2014 at 5:11 am

    kwi sepeda tandem om jenenge. nak panjang kui sepur. wkwkwkwk
    kok ga naik ke tenda tolak semen ya. katanya untuk perempuan 🙁

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan