Mabuk, Dua Remaja Aniaya Tetangganya Sendiri

Kamis, 20 September 2012 | 10:02 WIB

REMBANG, mataairradio.net – Dua orang remaja Desa Pomahan Kecamatan Sulang nekat menganiaya tetangganya sendiri diduga hanya lantaran salah paham, namun kedua pelaku berada dalam kendali minuman beralkohol tinggi alias mabuk.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal AKP Joko Santoso, Kamis (20/9) mengungkapkan bahwa pada Selasa (18/9), pihaknya mengamankan Moh Abdul Rouf alias Cemplon (22) dan Moh Iksan Siswanto alias Japrak karena terlibat penganiayaan terhadap Sunahar (35), tetangganya sendiri.

Menurut Kasatreskrim, kejadian bermula ketika Cemplon dan Japrak yang pulang dari menonton pertunjukan musik dangdut di desa setempat bergabung dengan gerombolan pemuda desa itu. Diduga ada pesta miras di gerombolan pemuda itu.

Sejurus kemudian, melintas Sunahar dan seorang temannya, berboncengan mengendarai sepeda motor, melewati gerombolan pemuda itu. Salah seorang remaja di gerombolan itu lantas memanggil Sunahar dan temannya itu.

Sunahar yang bekerja sebagai sopir dan temannya pun segera menghampiri gerombolan pemuda itu. Namun, setelah sejenak berhenti, Cemplon dan Japrak justru menghadiahi Sunahar dan temannya itu bogem mentah. Diduga telah terjadi kesalahpahaman di antara mereka.

“Teman Sunahar bisa meloloskan diri. Namun Sunahar yang keburu mendapat beberapa kali pukulan sehingga menderita luka memar di bagian mukanya terhuyun jatuh. Lantaran Sunahar kenal dengan pelaku, ia pun melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Rembang,” kata dia.

Saat ini, Moh Abdul Rouf alias Cemplon dan Moh Iksan Siswanto alias Japrak dikurung di ruang tahanan Mapolres Rembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasatreskrim mengaku geram dengan adanya tindak perkelahian yang hampir semuanya ditunggangi kendali minuman beralkohol tinggi (miras). “Setiap perkelahian yang belakangan cukup banyak terjadi di Rembang, indikator kuat ‘tunggangannya’ adalah miras,” tandasnya.

Pihaknya pun berjanji akan meningkatkan penindakan terhadap peredaran minuman beralkohol tinggi di Kabupaten Rembang. “Kami berharap agar masyarakat turut membantu mengendalikan peredaran minuman beralkohol tinggi (miras) dengan memberikan informasi kepada polisi,” katanya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan