Timbun Lubang Jalan dengan Tanah Membahayakan

Minggu, 24 Februari 2013 | 18:45 WIB
warga menimbun lubang jalan menggunakan tanah liat.

Warga menimbun lubang jalan menggunakan tanah liat.

REMBANG, MataAirRadio.net – Aksi warga menimbun lubang jalan menggunakan tanah liat marak terjadi seiring mulai bertambah parahnya kerusakan jalan di ruas jalur Rembang-Blora. Namun partisipasi masyarakat ini justru bisa membahayakan pengguna jalan, sebab permukaan jalan menjadi licin di tengah masih tingginya curah hujan.

Berdasarkan pantauan reporter MataAir Radio, Minggu (24/2) pagi, jalan berlubang dan bergelombang terjadi di ruas jalan sepanjang sekitar 500 meter sebelum masuk kawasan pemakaman Desa Landoh hingga depan Masjid Landoh Kecamatan Sulang.

Dilanjutkan lagi mulai masuk Desa Kaliombo hingga depan Kantor Kecamatan Sulang. Jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu tampak bergelombang dan dipenuhi dengan lubang-lubang yang lebar dan cukup dalam. Setelah itu, ruas jalan mulai dari Desa Kemadu, Kecamatan Sulang hingga perbatasan Rembang-Blora juga banyak kerusakan yang cukup parah.

Kepala Satuan Lalu lintas Kepolisian Resor Rembang AKP Dudi Pramudia mengatakan, pihaknya berterimakasih atas partisipasi masyarakat yang turut serta menambal jalan berlubang.

Namun dia meminta agar penimbunan jalan tidak menggunakan tanah liat. Sebab jika hujan turun hujan tanah tesebut bisa dengan mudah tercecer sehingga justru membuat jalan semakin bertambah licin.

AKP Dudi Pramudia juga mengatakan, aparat kepolisian telah berkoordinasi dengan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah untuk segera melakukan perbaikan jalan. Namun menurutnya, penambalan lubang jalan akan dimulai setelah intensitas hujan menurun.

Sebab jika dipaksakan, maka setelah dilakukan perbaikan tetap saja lubang jalan kembali terbuka karena digerus derasnya hujan. Secara khusus Dudi menyoroti, kerusakan jalan juga diperparah oleh banyaknya kendaraan overload atau membawa muatan berlebihan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang, Suyono juga mengaku telah melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah terkait penanganan kerusakan jalan Rembang-Blora sejak 2012 lalu.

Namun sampai saat ini memang belum terealisasi sepenuhnya karena peningkatan dan pelebaran jalan baru dilakukan mulai perbatasan Kota Rembang sebelah selatan hingga kawasan GOR Besi Rembang.

Dalam surat tersebut, pihak Dishubkominfo meminta agar ruas jalan Rembang-Blora bisa ditingkatkan kelasnya sekaligus agar dilebarkan seluruhnya. Ia berharap perbaikan jalan tersebut bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas. (Afta Ahmad)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan