Logistik Penanganan Bencana di Rembang Dipastikan Aman

Sabtu, 9 November 2013 | 11:25 WIB
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso. (Foto:Puji)

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Suharso. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRAdio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan logistik yang diperuntukkan bagi penanganan bencana alam di kabupaten ini, dalam kondisi aman. Kesiapsiagaan logistik itu dinilai penting dalam menghadapi kerawanan bencana alam pada masa pancaroba dan musim penghujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, persediaan logistik untuk bencana sempat berkurang karena bencana angin kencang di Kecamatan Sumber dan Bulu, 29 Oktober kemarin. Namun kini, kondisinya sudah kembali normal dan aman.

Hingga Sabtu (9/11) pagi, di Gudang BPBD masih tersedia sekitar dua kuintal beras dalam kemasan masing-masing lima kilogram. Suharso pun memastikan keamanan dan kelayakan makanan yang dipersiapkan itu. Persediaan beras misalnya, kelayakannya baru saja kembali dicek.

Sementara untuk makanan dan minuman dalam kemasan kaleng, juga sudah diperiksa masa kedaluwarsanya. Selain persiapan logistik, peralatan kebencanaan juga sudah diteliti kembali. Tinggal kemampuan petugas pengoperasi peralatan kebencanaan saja yang masih perlu ditingkatkan.

Kepala Seksi Logistik pada BPBD Kabupaten Rembang Ahmad Ma’ruf menambahkan, selain beras serta makanan dan minuman dalam kemasan, lauk pauk yang dikemas dalam kaleng dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pun, dalam kondisi aman.

Berdasarkan pengecekan masa kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan kaleng, tersebut tidak layak lagi dikonsumsi pada 2015. Selain lauk pauk di kemasan kaleng, BNPB juga menyiapkan puluhan selimut dan paket peralatan masak.

Menurut Ma’ruf, anggaran dari APBD Kabupaten Rembang paling banyak tersedot untuk penyiapan paket sembako kebencanaan, seperti beras, mie instan, dan susu. Persediaan tersebut dialokasikan kepada para korban bencana yang terdampak parah.

Baik Suharso maupun Ahmad Ma’ruf menyatakan belum perlu mengusulkan tambahan pasokan logistik dari BNPB. Suharso meyakini, kerawanan terhadap bencana di kabupaten ini bakal berkurang. Hal itu seiring pemetaan dan giatnya sosialisasi kebencanaan.

Pihaknya mengaku tidak memiliki rasa khawatir akan terjadinya krisis logistik bencana. BPBD Kabupaten Rembang juga telah membuka posko pengaduan bencana selama 24 jam sehari mulai 1 November ini. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan