Duh, Listrik Biarpet di Kota Rembang Hingga Januari

Senin, 9 Desember 2013 | 15:25 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Sebagian pelanggan listrik di wilayah Kota Rembang dibuat kesal oleh mati lampu yang terjadi hampir setiap hari pada belakangan ini. Keandalan kualitas layanan dari perusahaan setrum milik negara itu pun disoal. Tuntutan membayar tagihan tepat waktu, belum diimbangi penuh oleh tingkat pelayanan yang prima.

Senin (9/12) pagi, MataAir Radio mengonfirmasi pihak PLN Rayon Rembang mengenai intensitas mati lampu yang cukup sering di bilangan Kota Rembang. Manajer PLN Rayon Rembang Riyanta mengungkapkan, adanya perbaikan di gardu induk PLN di Jalan Pemuda Rembang, menjadi salah satu alasan. Perbaikan berlangsung hingga 12 Januari 2014.

Menurutnya, salah satu trafo di gardu induk yang menopang pasokan listrik untuk kawasan Kota Rembang, sedang dalam perbaikan dan penggantian dengan yang baru. Karena diperbaiki, kini pasokan listriknya digabung dengan jaringan Rembang V yang melayani pelanggan di Kaliori hingga sebagian Juana. Akibatnya pasokan listrik menjadi overload.

Tidak hanya beban jaringan overload yang mengakibatkan intensitas mati lampu meningkat. Menurut Riyanta, mati lampu juga dipicu oleh gangguan teknis pada jaringan PLN. Ia mencontohkan dua hari terakhir. Sabtu (7/12) kemarin, ditemukan ular di atas trafo jaringan di belakang rumah sakit umum daerah sehingga mengakibatkan korsleting dan mati lampu.

Sementara pada Minggu (8/12) malam, tiang bendera parpol yang dipasang di pohon kawasan Pantura Tasikagung Rembang roboh dan menimpa jaringan setrum. Trafo pada jaringan itu perlu diganti. Namun penggantian tidak langsung dengan yang baru, tetapi dengan trafo emergency.

Riyanta menjelaskan, penggantian trafo dengan yang emergency untuk menghindari padam listrik dalam waktu lama. Disebutkannya, jika terjadi mati lampu di Kota Rembang, maka penyalaannya menjadi yang terakhir, karena mesti melewati jaringan Kaliori dan Juana terlebih dulu.

Mengenai pemberitahuan kepada pelanggan rumah tangga secara langsung, pihaknya mengaku terkendala teknis. Sementara ini, pihaknya mengandalkan pemberitahuan melalui media dan pesan berantai. Namun untuk instansi pemerintah maupun swasta, pihaknya mengklaim sudah ada pemberitahuan via surat. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan