Listrik Bocor, Rp1,17 Miliar Pendapatan PLN Rembang Lepas

Rabu, 4 Juli 2012 | 08:21 WIB
Perbaikan trafo milik PT PLN UPJ Rembang. (foto: Puji)

KOTA – Daya listrik milik PT PLN (Persero) di wilayah Unit Pelayanan Jaringan Rembang tercatat terjadi kebocoran sebesar 13,81 persen atau mencapai Rp1,17 miliar per 30 Juni 2012.

Manajer PT PLN (Persero) UPJ Rembang, Sunarjo kepada suararembang, Rabu (4/7), menyebutkan, kebocoran tersebut lantaran kerugian faktor teknis dalam jaringan, pencurian listrik di kalangan rumah tangga pelanggan, dan penerangan jalan umum (PJU) ilegal.

“Potensi pendapatan PT PLN (Persero) UPJ Rembang dari penjualan listrik mencapai Rp8,5 miliar per tahun. Namun terjadi kebocoran sebesar 13,81 persen dari Rp8,5 miliar itu akibat tiga faktor tersebut,” kata dia.

Sunarjo juga menyebutkan, dari tingkat kebocoran listrik yang 13,81 persen itu, sebesar 6,7 persen di antaranya di-‘sumbang’ dari kebocoran di jaringan listrik. Kebocoran lainnya di-‘sumbang’ dari jaringan rumah tangga (2,38 persen) dan penerangan jalan umum (PJU) ilegal (4,73 persen).

“Kebocoran di teknis jaringan PLN, salah satu faktornya adalah ketidaksempurnaan ‘grounding’ trafo PLN. Selain itu, kebocoran juga muncul akibat terjadi macet pada KWH meter milik pelanggan,” terang dia.

Sementara, lanjut dia, kebocoran listrik di kalangan rumah tangga terjadi karena masih adanya aksi pencurian listrik oleh sebagian kecil pelanggan antara lain melalui ‘permainan’ di KWH meter.

“Kalau PJU ilegal sudah jelas merugikan. Namun, pelan-pelan kami akan mengurangi tingkat kebocoran listrik itu, sehingga pada akhir tahun ini, kami menargetkan tingkat kebocoran listrik di PLN UPJ Rembang sudah berkurang hingga hanya menjadi 9,9 persen,” ujarnya optimistis.

Untuk mencapai target itu, Sunarjo menekankan, pihaknya menyempurnakan ‘grounding’ trafo PLN untuk menekan kebocoran di sektor teknis jaringan.

“Di sektor rumah tangga, kami akan melakukan penggantian KWH meter milik pelanggan yang macet atau yang kaca penutup meternya sudah buram guna memperjelas petugas ketika membaca meter pemakaian listrik. Selain itu, kami juga masih akan terus melakukan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL),” paparnya.

Adapun di sektor penerangan jalan umum (PJU), pihaknya telah bersepakat dengan pemerintah kabupaten setempat untuk melakukan legalisasi PJU dengan meterisasi.

“Tahun ini, akan ada 115 titik PJU ilegal di wilayah Kecamatan Kota Rembang yang akan dilegalisasi dengan meterisasi,” ungkap Sunarjo. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan