Lintasi Jalur Sepi, Remaja Ini Dianiaya

Minggu, 30 Desember 2012 | 16:04 WIB

SUMBER – MataAirRadio.net, Seorang remaja berusia 20 tahun warga RT 5 RW 1 Desa Bogorejo Kecamatan Sumber dianiaya orang tak dikenal di ruas jalan antardesa Bogorejo-Tlogotunggal, Sabtu (29/12) malam selepas waktu isya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun reporter MataAir Radio, remaja itu bernama Endang Sumiati. Sebelum dianiaya, korban mengaku dibuntuti seorang pengendara sepeda motor yang tidak ia kenali jenis dan penunggangnya.

Sesampainya di dekat tangkapan air di tepi ruas Bogorejo-Tlogotunggal yang sepi, korban yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Spacy dihentikan paksa. Sejurus kemudian pelaku melukai pergelangan tangan kanan korban.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Sumber Ajun Inspektur Satu Polisi Taat Ujianto menduga Endang Sumiati murni sebagai korban penganiayaan.

Sebab, jika misalnya pelaku mengincar sepeda motor atau barang berharga seperti telepon seluler dan perhiasan korban, kenyataannya tak ada satu pun dari barang itu yang raib digondol.

Pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi dan menginterograsi korban untuk menyimpulkan motif penganiayaan, termasuk memburu pelakunya.

Kanit Reserse dan Kriminal Polsek Sumber Aiptu Taat Ujianto mengakui, jalur antardesa Bogorejo-Tlogotunggal memang sangat rawan tindak kejahatan. Karenanya, ia mengimbau masyarakat waspada dan menghindari menggunakan ruas jalan tersebut di malam hari.

Secara khusus, pihak Kepolisian Sektor Sumber akan menggiatkan patroli di ruas jalan tersebut dan ruas jalan sepi lainnya guna menekan potensi tindak kejahatan.

Menurut informasi, sesaat setelah dianiaya, korban sempat meminta pertolongan kepada sejumlah warga Tlogotunggal dan dilakukanlah pengejaran. Namun, tersangka yang sudah lebih kencang kabur ke arah barat tidak terkejar. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan