Bayi Lahir Tanpa Anus Akhirnya Meninggal

Sabtu, 23 Maret 2013 | 16:01 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SEDAN, MataAirRadio.net – Seorang bayi laki-laki anak dari pasangan Muhlisin (35) dan Masyisatun (28) warga RT 2 RW 3 Desa Gandrirejo Kecamatan Sedan diketahui terlahir tanpa memiliki anus. Namun bayi ini akhirnya meninggal dunia pada Jumat (22/3) malam saat dalam perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Menurut keterangan Sri Wahyuni seorang bidan di Puskesmas Sedan saat dihubungi reporter MataAir Radio, Sabtu (23/3) siang, penemuan kejadian langka tersebut bermula ketika dirinya, pada Kamis (21/3) pagi kemarin melakukan kunjungan posyandu ke rumah keluarga pasangan Muhlisin dan Masyisatun.

Saat itu, Masyisatun mengadu jika anak keduanya yang baru dilahirkan melalui persalinan normal di Puskesmas Sedan pada Rabu 20 Maret 2013, tidak pernah buang air besar. Sri Wahyuni pun lantas memeriksanya dan ternyata si bayi diketahui tak memiliki anus.

Atas rekomendasi dokter di Puskesmas Sedan, si bayi dirujuk ke RSUD dr R Soetrasno Rembang pada Kamis (21/3) siang dan meninggal dalam perawatan di rumah sakit plat merah tersebut pada Jumat (22/3) malam.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputra menambahkan, pihaknya sudah memberikan tindakan darurat kepada pasien, termasuk berupaya untuk merujuk bayi tak beranus itu ke RSUP dr Karyadi Semarang.

Namun, menurut Giri, tidak ada bangsal kosong di RSUP dr Karyadi saat itu, sehingga rujuk belum bisa dilakukan, sampai akhirnya pasien meninggal dunia. Ia juga mengungkapkan, selain tidak memiliki anus, bayi tersebut memiliki kelainan lain yang belum bisa disebutkannya.

Giri menambahkan, kasus bayi lahir tanpa anus termasuk kejadian langka di Rembang. Pihaknya juga memastikan, tidak ada kutipan biaya atas penanganan pasien karena sudah ditanggung jamkesmas dan jampersal.

Meski dikategorikan sebagai kejadian langka di Rembang, peristiwa bayi lahir dengan kelainan tanpa anus banyak ditemukan di berbagai daerah. Namun belum ditemukan secara pasti apa penyebabnya.

Dari keterangan yang dihimpun MataAir Radio, peristiwa anak lahir dengan tidak memiliki anus masuk ke dalam kondisi gawat darurat dan harus segera dilakukan operasi dalam waktu 24 jam. Namun biasanya, operasi anus tersebut hanyalah bersifat sementara. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan