Lagi, Puntung Rokok Bakar Enam Hektare Kebun Tebu

Selasa, 12 Juni 2012 | 09:46 WIB


SUMBER – Enam hektare kebun tebu milik seorang petani asal Dusun Sering Desa Randuagung Kecamatan Sumber yang berlokasi di Desa Grawan, Selasa (12/6) siang sekitar pukul 14.15 WIB dilaporkan ludes terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, kebakaran diduga disebabkan oleh api puntung rokok. Namun, sejauh ini belum ada pihak yang mengonfirmasi kebenarannya.

Munawar, salah seorang warga setempat menuturkan, titik api diduga berasal dari tengah kebun tebu yang kira-kira berumur tujuh bulan itu. “Bagaimana persisnya, kami tidak tahu. Warga tiba-tiba mengetahui ada kepulan asap dari tengah kebun dan meyakini telah terjadi kebakaran,” kata dia.

Begitu mengetahui api berkobar hebat dari arah kebun tebu milik Wagimin tersebut, puluhan warga langsung melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

“Api cepat menjalar lantaran angin siang itu bertiup cukup kencang. Warga khawatir kebakaran bakal merembet ke permukiman yang tak jauh dari kebun tebu itu,” kata Saniban, warga lainnya.

Beruntung, meski api sudah melalap enam hektare tebu yang diperkirakan bakal dipanen dua bulan lagi itu, dua mobil pemadam kebakaran segera datang.

Dengan tiga tangki air, petugas pemadam kebakaran berusaha menjinakkan api agar tak merembet ke permukiman warga. Apalagi, tak jauh dari kebun tebu di ujung selatan, ada banyak tumpukan jerami milik warga.

Atas kebakaran itu, kerugian Wagimin diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Sebab, jika tebu ditebang dan dijual setelah kebakaran tersebut, tentu rendemennya masih rendah sehingga harganya juga murah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang, Suharso mengimbau agar para petani tebu mewaspadai kebakaran di lahan tebunya.

Menurut dia, peristiwa terbakarnya kebun tebu milik seorang warga di Desa Pacing, Kecamatan Sedan pada dua pekan lalu mestinya bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak.

“Daun tebu yang kering cukup mudah terbakar. Terkena bara dari puntung rokok saja, akibatnya bisa menjalar kemana-mana. Lha kalau dekat dengan permukiman warga kan bisa berbahaya. Karena itu waspadalah,” katanya. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan