Kyai A’wani: Warga NU Harus Benar-Benar Nahdliyin

Minggu, 2 Juni 2013 | 18:18 WIB
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH A'wani. (Foto:Wahyu)

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH A’wani. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rembang menggelar konferensi cabang (Konfercab) di halaman Madrasah Mualimin Mualimat Rembang, Minggu (2/6) pagi.

Konfercab dihadiri antara lain Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Ketua Rais Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah KH A’wani, Wakil Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta perwakilan dari badan otonom NU dan ranting Nahdlatul Ulama Rembang.

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH A’wani kepada reporter MataAir Radio mengatakan Nahdlatul Ulama merupakan organisasi umat yang dibina para ulama atau kyai pesantren.

Namun warga nahdliyin kini beragam alias tidak hanya dari kalangan pesantren, tetapi juga dari kalangan akademisi dan masyarakat umum. Oleh karena itu, tantangan dari NU masa kini adalah membuat warganya menjadi benar-benar nahdliyin dengan menganut ahlussunah wal jamaah.

Menurut Kyai A’wani, saat ini yang perlu dilakukan oleh segenap warga NU adalah mengerahkan semua daya upaya dengan tetap dinaungi cahaya agama.

Baginya, tidak ada artinya NU besar, namun warganya tidak menjalankan agama Islam sebagaimana ajaran ahlussunah wal jamaah. Ia berharap, warga NU mestinya mendasari aktivitasnya seperti bertani dan berdagang dengan cara-cara Islam.

Mendasari aktivitas dengan cara-cara Islam dan dilakukan tidak atas dasar nafsu atau semata karena perintah Allah adalah ibadah. Dan yang demikian menurut Kyai A’wani perlu selalu diupayakan kaum nahdliyin.

Konferensi Cabang merupakan musyawarah tertinggi di tingkat cabang yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja PCNU Rembang 2008-2013, menyusun program kerja PCNU ke depan, dan memilih pengurus baru periode 2013-2018.

Konfercab akhirnya memilih KH Ahmad Sunarto sebagai Ketua Tanfiziah dan KH Chazim Mabrur sebagai Rais Syuriah PC NU Rembang periode lima tahun ke depan. (Wahyu Salvana)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan