Kunjungi Tiga Kota Disuguhi Rp463 Juta

Kamis, 23 Februari 2012 | 09:20 WIB


REMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang menyediakan anggaran Rp463 juta untuk keperluan kunjungan kerja anggota DPRD setempat ke tiga kota di luar Pulau Jawa, masing-masing ke Mataram, Singkawang, dan Pontianak.

Sekretaris DPRD Kabupaten Rembang, Achmad Mualif, Kamis (23/2) mengatakan, anggaran sebesar itu merupakan plafon yang disediakan untuk kunjungan kerja empat komisi.

“Anggaran kunjungan kerja kali ini mencapai Rp436 juta. Dalam satu tahun, kunjungan kerja ke luar Pulau Jawa bisa sampai dua kali, tergantung kebutuhan. Kunker ini untuk kali pertama,” kata dia.

Komisi A dan D DPRD Kabupaten Rembang melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak dan Singkawang, Kalimantan Barat. Adapun Komisi B dan C, berkunjung ke Mataram, Nusa Tenggara Barat. Masa kunjungan kerja berlangsung sejak 13 Februari dan akan selesai pada 24 Februari 2012.

“Sepulang dari kunjungan kerja itu, mereka akan menyetor bukti-bukti pembiayaan untuk diganti. Tanpa bukti, seperti kuitansi hotel dan tiket pesawat, pembiayaan tidak akan mendapat ganti dari plafon anggaran tersebut,” kata dia.

Menurut Mualif, kunjungan kerja para anggota DPRD antara lain untuk memperbandingkan lingkup pekerjaan di tingkat komisi, selain juga untuk mendapatkan ilmu baru guna diterapkan jika sudah kembali ke kabupaten ini.

“Misalnya, dari Mataram, para anggota DPRD tersebut mendapatkan informasi penting bahwa jalan-jalan di kota itu lebih memiliki umur panjang dibandingkan dengan yang ada di kabupaten ini. Ilmu tentang kenapa jalan-jalan di Mataram lebih awet dibandingkan di Rembang itu yang mereka peroleh dari kunjungan tersebut,” kata dia.

Mengenai alasan memilih Mataram, Pontianak, dan Singkawang sebagai sasaran kunjungan kerja, kata Mualif, itu menjadi wewenang masing-masing komisi. “Ada rapat di internal komisi yang membahas lokasi dan tujuan kunjungan kerja tersebut,” kata dia.

Namun, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, Ismari justru mengaku daerah yang dituju, Mataram dan Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, kurang tepat.

“Sebab, meski unggul pada sektor pariwisata, namun dilihat dari kelengkapan infrastruktur, Rembang masih lebih baik sehingga kunjungan ke Mataram kurang tepat,” kata dia.

Menurut Ismari, idealnya kunjungan kerja dilakukan ke daerah yang lebih maju agar banyak ditimba hal baru untuk diterapkan di Kabupaten Rembang. “Saat itu, kami sempat menentang berkunjung ke NTB, namun tentangan itu dimentahkan anggota komisi lainnya,” kata dia.

Seorang abang atau pengemudi becak berasal dari Dusun Bagel Desa Mondoteko, Kurmin mengatakan, jika kunjungan kerja yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Rembang tidak jelas sasarannya, alangkah lebih baik jika dialihkan saja untuk membantu warga miskin. (Puji)




One comment
  1. sarno

    Februari 23, 2012 at 11:46 am

    menari-nari dan mencari hiburan sesuka hati bak orang lupa anak istri dan penderitaan rakyatnya sendiri. 436juta masih merampok dan ngamuk-ngamuk ke SKPD untuk minta sangu. hasilnya nol dan hanya bisa merugikan rakyat dan menuruti nafsu semata. malu dong korupsi berkedok jalan-jalan! rumah sakit nebus obat aja susah, banyak pasien tak tertangani dengan baik karena tidak memadai peralatan dan obat yang berkualitas.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan