Kuasa Hukum Dandung Jamin Kliennya Tidak Lari

Selasa, 27 Agustus 2013 | 17:08 WIB
Dandung Dwi Sucahyo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang.

Dandung Dwi Sucahyo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Kuasa hukum Dandung Dwi Sucahyo menjamin tersangka korupsi pengadaan buku ajar tidak akan lari dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Rembang. Namun kuasa hukum mengaku tidak sedang bersama Dandung sepanjang hari Selasa (27/8) ini.

Karyono, kuasa hukum tersangka ketika dihubungi MataAir Radio berjanji menghadirkan Dandung pada Senin 2 September mendatang. Janji tersebut juga disampaikannya di hadapan penyidik dan Kajari Rembang.

Saat kembali dikonfirmasi mengenai keberadaan Dandung saat ini, Karyono mengaku tidak mengetahui apakah sedang berada di rumah atau tidak. Namun dia menegaskan, kliennya tidak akan lari dari tanggung jawabnya.

Koordinator Lespem atau Lembaga Study Pemberdayaan Masyarakat Rembang Bambang Wahyu Widodo meminta kejaksaan negeri setempat untuk meminta keterangan dari kuasa hukum Dandung guna menunjukkan keberadaan kliennya.

Menurutnya, sejak dinyatakan buron pada Senin (26/8) petang kemarin, Dandung dianggap tidak memiliki niat baik untuk segera merampungkan kasus yang membelitnya. Ia juga berharap, kejaksaan segera meminta bantuan pihak kepolisian untuk memburu tersangka.

Lespem sendiri akan mengontak sejumlah orang yang dianggap peduli dengan pemberantasan korupsi di kabupaten ini untuk turut serta memberikan informasi mengenai keberadaan Dandung.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Sudirman Sjarif memerintahkan penangkapan terhadap Dandung Dwi Sucahyo, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar tahun 2010 senilai Rp7,8 miliar. Sejak surat tersebut dikeluarkannya, status Dandung adalah buron.

Kajari berharap kepada setiap anggota masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka agar menghubungi aparat kejaksaan setempat. Surat perintah penangkapan itu sendiri dibuat dalam tiga rangkap, masing-masing untuk ditembuskan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kepala Rutan Rembang, dan keluarga tersangka.

Kuasa hukum tersangka sempat mengajukan penundaan pemeriksaan dengan alasan kliennya perlu mempersiapkan mental. Namun pihak kejaksaan secara tegas mengatakan, tak ada aturan yang membenarkannya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan