Koruptor Dana Retribusi TPI Bebas Bersyarat

Jumat, 17 Agustus 2012 | 05:06 WIB
Bupati Rembang H Moch Salim menyerahkan surat pemberian remisi dari Kemenkum dan HAM kepada dua narapidana seusai Upacara Peringatan HUT ke-67 RI di Alun-Alun Rembang, Jumat (17/8). (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Mantan Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung yang juga terpidana kasus korupsi dana retribusi TPI setempat pada periode 2007-2009, Mulyono, Jumat (17/8), mendapatkan cuti bersyarat sehingga bebas.

“Kami mengusulkan cuti bersyarat tiga bulan atas terpidana Mulyono dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengabulkannya. Dengan demikian, per 17 Agustus 2012 ini, Mulyono bebas bersyarat,” kata Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan pada Rumah Tahanan Kelas IIB Rembang, Sri Nurwiyani.

Mulyono adalah terpidana kasus korupsi dana retribusi tempat pelelangan ikan Tasikagung pada periode 2007-2009. Ia dinyatakan terbukti menyalahgunakan dana retribusi TPI Tasikagung ratusan juta rupiah dan diganjar hukuman satu tahun penjara plus denda Rp50juta.

“Mestinya, masa hukumannya masih tiga bulan lagi. Namun, karena usulan cuti bersyarat selama tiga bulan tersebut diterima Kemenkum dan HAM, ya sudah bebas per hari ini (17/8). Denda yang Rp50juta juga sudah dibayarkan kepada pengadilan,” terang Sri yang ditemui seusai menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-67 RI di Alun-Alun Rembang.

Ia menjelaskan, seorang narapidana bisa diajukan mendapatkan cuti bersyarat apabila antara lain berkelakuan baik, tidak melakukan pelanggaran dispilin berat, dan sudah menjalani masa hukuman lebih dari separuhnya.

Selain Mulyono yang bebas bersyarat, di Rutan Kelas IIB Rembang, ada tiga lagi terpidana kasus korupsi. Mereka antara lain Mantan Kepala Desa Pondokrejo Kecamatan Bulu, Edi Subodo dan Sekretaris Desa Pondokrejo, Sumarno. Keduanya merupakan terpidana kasus korupsi beras untuk keluarga miskin (raskin).

“Namun dua orang itu belum mendapatkan remisi pada tahun ini, lantaran masa hukumannya yang belum memenuhi ketentuan pemberian remisi. Sedangkan untuk Mantan Sekda Rembang Wiratmoko yang terpidana kasus korupsi dana APBD 2004, kami sudah usulkan remisi, namun belum turun,” katanya.

Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi umum satu (mendapatkan pengurangan masa tahanan, namun masih menjalani hukuman, red) kepada sebanyak 26 orang narapidana yang menghuni Rutan Rembang pada 17 Agustus 2012. Mereka mendapatkan pengurangan masa hukaman antara satu hingga empat bulan.

“Yang mendapatkan remisi umum dua (mendapatkan pengurangan masa tahanan sehingga bebas, red.) ada sebanyak tiga narapidana. Setelah mendapatkan remisi, ketiganya bebas,” kata dia.

Sri Nurwiyani menambahkan, sampai dengan 17 Agustus 2012, Rutan Rembang dihuni oleh 49 orang tahanan dan 118 orang narapidana. “Kesemuanya pria,” pungkasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan