Waduh, Korupsi Sudah Menjadi Karakter

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 22:22 WIB

Rembang – MataAirRadio.net – Budaya korupsi sudah menjalar dan menggurita ke hampir seluruh sendi-sendi masyarakat belakangan ini. Korupsi bahkan seolah sudah menjadi karakter bangsa ini.
Demikian pendapat Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto di hadapan puluhan kyai dalam forum silaturahim yang digelar Polres setempat bersama Kodim 0720, belum lama ini.
Menurut Kapolres, sepanjang catatannya, korupsi menggurita lantaran tindakan koruptif dalam skala-skala kecil yang dinilai sebagai sebuah pemakluman.
Sejatinya, kata Kapolres, korupsi dalam lingkup lebih besar merupakan tinggalan zaman kolonial. Pemberlakukan pajak atau upeti di era kerajaan-kerajaan pun sudah mengenal perilaku koruptif.
Dan di era kekinian, peraturan dan birokrasi yang terlalu panjang dan bertele-tele di negeri ini, menjadi lahan yang sangat subur untuk menyemai korupsi.
Padahal, korupsi yang sedemikian menggurita itu telah mengakibatkan jatuhnya wibawa pemerintah dan semakin tak dihargainya pertiwi ini di mata luar negeri. Memprihatinkan.

Rekaman dengar di sini.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto menambahkan, upaya menanggulangi perilaku koruptif bisa dilakukan dengan kembali membangun dan menyebarkan etos kerja positif.
Tak hanya itu, kehormatan seseorang atas setiap jabatan dan pekerjaan serta tuntutan untuk terus memberikan teladan yang baik perlu terus diinspirasikan ke setiap orang.

Rekaman dengar di sini. 

Kepolisian Resor Rembang mencatat, dalam setahun terakhir sudah ada sejumlah kasus korupsi yang mampu dibereskan meski kelasnya masih teri. Kasus korupsi itu seperti penuntasan kasus penyimpangan dana bantuan untuk kelompok nelayan Desa Kabongan Lor yang menyeret sang Kepala Desa Rusmanto ke penjara. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan