Tersangka Korupsi Pengadaan Buku SD/SMP Ditahan

Rabu, 16 Januari 2013 | 17:03 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku muatan lokal untuk SD dan SMP tahun 2010, Bambang Joko, akhirnya dijebloskan ke rumah tahanan oleh pihak Kejaksaan Negeri Rembang, Rabu (16/1) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Bambang Joko dicecar puluhan pertanyaan selama tiga jam sejak pukul 10.00 WIB, seputar pengadaan buku muatan lokal tersebut sebelum akhirnya penyidik di kejaksaan negeri setempat memutuskan menahannya.

Tersangka Bambang Joko sebagai pejabat pembuat komitmen atau PPK dinilai telah melanggar ketentuan pengadaan buku muatan lokal sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor 420/97/2011 tertanggal 28 Juli 2011.

Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Rembang Ali Mukhtar kepada reporter MataAir Radio menyatakan, akibat pelanggaran atas ketentuan tersebut telah diakibatkan kerugian negara hingga Rp600juta.

Namun, Ali menyatakan belum akan mengembangkan penyidikan ke calon tersangka lain dan masih akan fokus ke penanganan lebih lanjut berkas perkara Bambang Joko.

Kuasa Hukum Bambang Joko, Eddy Heryanto saat dihubungi reporter radio ini menjelaskan, alasan kliennya tidak mengacu pada surat keputusan tersebut dalam pengadaan buku muatan lokal itu, lantaran SK tersebut baru diterima pihak dinas pendidikan pada 19 Agustus 2011.

Padahal proses lelang pengadaan buku muatan lokal untuk SD dan SMP tersebut sudah dimulai pada 2 Agustus 2011 dan pada 19 Agustus 2011, proses lelang sudah masuk tahap evaluasi. Lantaran proses lelang sudah akan selesai tanggal 21 Agustus 2011, sebagai PPK, kliennya berdalih tidak bisa membatalkan.

Meski pihak Kejaksaan Negeri Rembang sudah menahan seorang tersangka dalam kasus pengadaan buku muatan lokal untuk SD dan SMP pada 2010, namun menurut Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Kabupaten Rembang, itu belum cukup.

Koordinator Lespem Kabupaten Rembang Bambang Wahyu Widodo menyatakan, mestinya kejaksaan berani mengungkap calon tersangka lainnya dan juga menahannya. Sebab, Bambang mengaku yakin, korupsi pengadaan buku muatan lokal tersebut tidak mungkin dilakukan sendiri alias berjamaah dan pejabat diatasnya hampir pasti mengetahuinya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan