Korsleting, Empat Rumah Perajin Bata Ludes Terbakar

Selasa, 24 Juli 2012 | 05:13 WIB
Kebakaran yang meludeskan empat rumah dan merusak satu rumah lainnya di Dusun Geneng Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Selasa (24/7). (Foto: Puji)

KALIORI – Si jago merah mengamuk di Dusun Geneng Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori. Empat rumah ludes dan satu rumah lainnya rusak berat akibat kebakaran yang terjadi Selasa (24/7) sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, empat rumah yang ludes beserta isinya itu masing-masing dua milik keluarga Ngadiman (38) dan Marmin (40), warga RT 2 RW 4 desa setempat, sedangkan satu rumah rusak akibat terembet api adalah milik keluarga Dandang.

Saat kejadian, rumah tiga keluarga itu dalam keadaan kosong. Keluarga Ngadiman, Marmin, dan Dandang sedang berada di sawah. Mereka perajin batu bata merah.

Menurut keterangan Kepala Dusun (Kadus) Geneng yang tinggal di depan rumah para korban itu, Ngatmin (41), titik api berasal dari bagian tengah antara rumah Ngadiman dan Marmin.

“Kemungkinan karena korsleting. Keluarga Marmin nyalur listrik dari Ngadiman. Api mula-mula membakar rumah Marmin. Namun, lantaran berdempetan dan angin bertiup kencang, api segera merembet rumah Ngadiman yang berada di sebelah timur,” tutur Ngatmin.

Api semakin berkobar. Empat rumah masing-masing dua milik Marmin dan Ngadiman ludes. Hanya seekor sapi milik Marmin dan dua ekor sapi milik Ngadiman yang berhasil diselamatkan.

Sementara, barang-barang berharga seisi rumah Marmin seperti televisi dan perabotan rumah, serta dua sepeda motor masing-masing Suzuki Satria dan Yamaha Vixion berikut perabotan rumah milik Ngadiman, ludes tak tersisa.

Kerugian Keluarga Ngadiman akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp200 juta, Marmin Rp150 juta, dan Dandang Rp50 juta.

Dua armada dan tiga mobil tangki pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan pi. Baru setelah lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan.

Aparat dari Kecamatan, Polsek, dan Komando Rayon Militer Kaliori, serta petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, tampak turun ke lokasi kejadian. Pembersihan lokasi kebakaran dari puing-puing reruntuhan rumah langsung dilakukan warga bersama sejumlah anggota TNI dari Koramil Kaliori dan Kodim 0720 Rembang.

“Untuk sementara, para korban diungsikan ke rumah tetangga terdekat. Kami akan memohonkan bantuan kepedulian berupa iuran dari warga guna membangunkan rumah darurat untuk korban,” ujar Kadus.

Kepala Desa Mojorembun, Suhadi menambahkan, pihaknya berjanji akan segera mengusulkan bantuan untuk para korban kepada pemerintah kabupaten setempat. “Saat ini kami sedang merinci tingkat kerugian para korban,” katanya.

Camat Kaliori, Mutholih juga menyatakan siap memperjuangkan bantuan untuk para korban dari Pemkab Rembang. “Fokus untuk sementara ini adalah mengupayakan sebuah rumah darurat untuk para korban,” kata dia.

Pihaknya pun berharap kepada warga lain untuk turut peduli kepada keluarga korban. “Kami senantiasa mengimbau warga di Kecamatan Kaliori untuk waspada kebakaran, terutama di musim kemarau ini,” tegasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan