Konglomerat India Berminat Tanam Uang Di Rembang

Kamis, 24 Mei 2012 | 07:46 WIB


REMBANG – Seorang konglomerat berasal dari India meminati investasi pada sektor pertambangan di Kabupaten Rembang. Lagi-lagi, komoditas galian C untuk bahan baku semen yang dilirik.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang, Agus Supriyanto, Kamis (24/5) mengungkapkan, konglomerat yang juga memiliki industri besar di Karawang Jawa Barat itu datang bersama timnya baru-baru ini.

“Mereka cukup tertarik dengan potensi investasi pertambangan di Rembang. Buktinya, mereka sudah bertanya cukup terperinci soal ketersediaan dan kondisi infrastruktur penunjang investasi di bidang pertambangan di daerah ini,” terang Agus.

Menurut Agus, konglomerat tersebut bahkan menyatakan investasi di Kabupaten Rembang utamanya di bidang pertambangan, cukup prospektif.

“Karena Pak Bupati gencar mempromosikan potensi investasi di bidang pertambangan di Kabupaten Rembang, kami sampai kewalahan melayani para calon-calon investor itu,” tandas dia.

Namun, imbuh Agus, belum ada pembicaraan serius terkait bentuk investasi yang bakal ditanamkan konglomerat tersebut. “Yang jelas, calon investor itu juga sudah menyurvei pelabuhan di Sluke. Kami mendampinginya seharian di lapangan,” ujar dia.

Sebelumnya, pemodal dari China juga dikabarkan melakukan penjajakan rencana investasi di sektor pertambangan di Kabupaten Rembang, meski PT Semen Gresik dan PT Semen Bosowa telah lebih dahulu mengincar potensi tambang semen di daerah itu.

“Terkait ketertarikan PT CONK asal China, yang baru-baru ini telah melakukan survei awal guna melihat potensi tambang yang ada di kabupaten ini, belum ada tindak lanjut yang lebih serius. Masih sekadar penjajakan,” tegas dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. dalio

    Mei 24, 2012 at 9:19 am

    ndase agus supriyanto ngaceng yen roh duik akeh investor, ngacrak kaya rambute!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan