Lab Komputer Dibobol, 20 Prosesor dan 10 Monitor Amblas

Kamis, 19 September 2013 | 16:08 WIB
Ruang laboratorium komputer milik SMA Negeri Pamotan dibobol kawanan maling pada Kamis (19/9) dini hari.  (Foto:Puji)

Ruang laboratorium komputer milik SMA Negeri Pamotan dibobol kawanan maling pada Kamis (19/9) dini hari. (Foto:Puji)

PAMOTAN, MataAirRadio.net – Ruang laboratorium komputer milik SMA Negeri Pamotan dibobol kawanan maling pada Kamis (19/9) dini hari. Sebanyak 20 prosesor komputer dan 10 monitor, raib digasak para pelaku yang diduga beraksi setelah masuk melalui pagar bagian belakang sekolah.

Wakil Kepala Bidang Humas SMA Negeri Pamotan Budi Winoto menuturkan, dua petugas jaga malam di sekolah itu sempat curiga ketika mendapati ada sebagian lampu ruangan yang padam.

Namun mereka tidak seketika mengeceknya. Baru ketika jam setengah enam pagi, salah satu dari keduanya menengok ruangan komputer sembari hendak membuang sampah. Ruangan komputer tampak masih terkunci, namun gemboknya terbuka. Setelah ditengok melalui kaca jendela, ternyata ruangan sudah acak-acakan dan komputernya amblas.

Setelah menghubungi kepala sekolah, kedua penjaga itu akhirnya mendapati casing CPU di dekat lapangan bola voli yang terletak di bagian belakang selatan sekolah. Pihak sekolah akhirnya melaporkan peristiwa pencurian ini kepada aparat Polsek Pamotan.

Dari hasil pendataan, menurut Budi Winoto, perangkat komputer yang dicolong adalah 20 cakram keras atau hard disk dan 18 papan induk atau motherboard dari 20 CPU. 10 monitor juga hilang. Menurutnya nilai kerugian materi akibat pencurian itu mencapai Rp52juta.

Pihak sekolah mengaku sudah berupaya melakukan pengamanan dengan menempatkan dua orang petugas jaga pada malam hari dan jumlah yang sama pada siang hari, masih ditambah tenaga seorang satpam. Ia berharap polisi bisa segera mengungkap pelaku pembobolan sekolah yang berujung pada kacaunya praktikum komputer.

Kapolsek Pamotan AKP Kisworo mengaku sudah meneruskan melaporkan peristiwa tersebut kepada atasan dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa semacam ini, pihak sekolah diminta untuk mengintensifkan petugas jaga serta memastikan mereka sedang bertugas alias tidak sedang tidur.

Kapolsek pun menyarankan sekolah-sekolah untuk melepas papan penunjuk ruang komputer karena bisa memudahkan kawanan maling untuk beraksi. Penerangan di bagian luar sekolah pun agar ditambah, jika masih banyak yang terlihat gelap. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan