Komisi C Minta Masyarakat Intensif Awasi Rehabilitasi Sekolah

Rabu, 25 April 2012 | 07:12 WIB


KOTA – Komisi C DPRD Kabupaten Rembang meminta masyarakat kabupaten setempat untuk mengawasi secara intensif rehabilitasi terhadap 222 lokal sekolah dasar yang rusak di daerah itu guna memastikan pengerjaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, Gunasih, Rabu (25/4) mengemukakan, rehabilitasi gedung sekolah rusak yang dibiayai oleh Program Penuntasan Rehabilitasi Sekolah Rusak APBN 2012 itu dikerjakan pihak sekolah, tanpa harus melibatkan secara langsung unsur masyarakat.

“Dalam pelaksanaan Program Penuntasan Rehabilitasi Sekolah Rusak, pihak sekolah bisa melibatkan atau tidak melibatkan unsur masyarakat. Karena itu, kami berharap masyarakat bisa proaktif melakukan pengawasan,” tandas dia.

Menurut dia, pengawasan yang dilakukan pihaknya atas proyek-proyek yang bersumber dari APBN, terbatas. “Karena pengguna hasil rehabilitasi sekolah rusak adalah para siswa yang merupakan bagian dari masyarakat, maka tidak berlebihan apabila masyarakat turut mengawasi pengerjaan proyek tersebut,” ujar Gunasih.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santoso menambahkan, ketegangan antara pihak sekolah dan pihak desa yang sempat mewarnai rehabilitasi empat lokal di SDN Korowelang, patut menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya.

“Pihak sekolah tidak bisa seenaknya saja menjalankan proyek yang diterimanya. Ada ketentuan yang mengaturnya. Karena itu, jika pun ada masyarakat yang meminta penjelasan atas proyek tersebut, wajarlah apabila pihak sekolah menjelaskannya,” tutur dia.

Tahun ini, Kabupaten Rembang mendapatkan Program Penuntasan Rehabilitasi Sekolah Rusak untuk merehabilitasi sebanyak 222 lokal sekolah dasar. Sekolah-sekolah penerima program dari Pemerintah Pusat tersebut saat ini tengah merealisasikan rehabilitasi lokal sekolah yang rusak dan pelaksanaannya dijadwalkan beres pada Juli 2012.

“Kami siap menampung laporan dari masyarakat terkait pelaksanaan program rehabilitasi sekolah rusak. Kalau memang ada yang sekolah yang diindikasikan melanggar ketentuan pelaksanaan program tersebut, segera saja laporkan kepada kami,” tegasnya. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. sri

    April 25, 2012 at 10:24 am

    koruptornya ada di kepala anda bukan rakyat!

    persoalan utamanya bukan hibauan atau ajakan kepada masyarakat untuk mengawasi pembangunan sekolah. tapi DPRD sudah berhasil menyelesaikan masalah ini sampai ke akar-akarnya tidak? karena berapapun anggota masarakat akan melapor kalo tidak ada tindak lanjut ya percuma saja. sampai pada akhirnya masyarakat sendiri yang ambil tindakan. jelas akar persoalan ini ada di linkaran dalam kekuasaan diknas dan bupati. bukan pada masyarakat ataupun sekolah. kepala sekolah itu ibarat paku dan palunya ada di lingkaran orang dalam bupati dan diknas beserta orang partai termasuk anggota dewan. kalo paku itu tidak sengaja dipukul mlenceng pasti pihak sekolah juga tidak akan mlenceng. meskipun para kepala sekolah juga ngampet untuk bisa mengembalikan uang palak waktu diangkat jadi kepala sekolah.

    masalahnya itu ada di lingkaran dalam kekuasaan termasuk anda yang mulia anggota dewan Gunasih. koruptornya ada dikepala-kepala kalian. bukan yang lain!

    Reply
  2. Anonymous

    September 24, 2012 at 4:28 pm

    hati-hati dengan oknum anggota dprd rembang “PUJI SANTOSO”. Orang ini kalau bicara bagai malaikat, tp kelakuan Bejat penuh Maksiat. Msh punya istri sah, berani Zinah dan kianati istrinya yang setia. Puji Santoso ingat dl km itu siapa, jangan sperti ungkapan “KERE MUNGGAH BALE”. Ingat Allah tidak tidur. Bertobatlah sblm Azab menimpamu. Kadang harta dan kekuasaan menutup hati nurani.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan