Kirab Hari Jadi Rembang, Pemkab “Impor” Sembilan Kereta dari Solo

Kamis, 29 Agustus 2013 | 15:59 WIB
Kirab hari jadi Rembang yang dikemas sekaligus dengan pawai Dirgahayu Ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia medatangkan kereta kuda dari Solo. (Foto:Dlun)

Kirab hari jadi Rembang yang dikemas sekaligus dengan pawai Dirgahayu Ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia medatangkan kereta kuda dari Solo. (Foto:Dlun)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sembilan kereta kuda didatangkan secara khusus dari Solo Jawa Tengah untuk tunggangan pejabat tinggi pemerintah kabupaten ini pada acara kirab Hari Jadi ke-272 Rembang, Kamis (29/8) siang.

Panitia kirab berdalih, jumlah kereta kuda di wilayah Rembang terbatas sehingga mendatangkan dari Solo. Namun Ketua Panitia Kirab Hari Jadi ke-272 Rembang, Karsono mengungkapkan, kereta kuda tersebut tidak berasal dari lingkungan Keraton Surakarta.

Pihaknya sempat akan mendatangkan kereta kuda dari Pati, namun karena tidak beratap, maka niat tersebut diurungkan. Menurutnya, kirab yang dikemas sekaligus dengan pawai Dirgahayu Ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia itu, diikuti oleh sekitar 50 instansi di kabupaten ini dan mayoritas pesertanya diangkut dokar.

Karsono menjelaskan, melalui kirab hari jadi kali ini, Pemerintah Kabupaten Rembang mengampanyekan pengembangan ekonomi kreatif. Sementara Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga kabupaten ini sendiri, mempromosikan Rembang sebagai tujuan wisata dan pelestari budaya.

Pelaksanaan kirab Hari Jadi Rembang tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu setelah kirab ada prosesi dan resepsi hari jadi, maka pada tahun ini, prosesi diselenggarakan sebelum kirab. Karsono menjelaskan, panitia meniadakan resepsi hari jadi pada tahun ini. Alasannya, kirab hari jadi digelar jauh dari tanggal lahir Rembang 27 Juli.

Songsong agung dan pusaka kabupaten ini dikirab melewati Alun-Alun kemudian tembus Jalan Soetomo, Jalan Kartini, Jalan Pemuda, dan berakhir di kawasan Perempatan Galonan. Di belakang peserta kirab yang menunggang kereta kuda dan dokar, ada karnaval mobil atau kendaraan hias dari dinas dan instansi di wilayah Kabupaten Rembang.

Pemkab Rembang baru menggelar kirab hari jadi dan mengemasnya sekaligus dengan pawai kemerdekaan pada 29 Agustus dengan alasan mencari waktu dimana masyarakat bisa menikmati acara itu secara leluasa. Tidak dalam bulan Puasa dan momen Kupatan.

Sementara itu, masyarakat yang ingin menyaksikan berlangsungnya kirab tampak mulai memadati tepi jalan utama Kota Rembang sejak jam satu siang. Sebelumnya, para penata rias dan pemilik usaha jasa salon kebanjiran order dari peserta kirab. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan