Ketua Badan Pengawas Dicecar 22 Pertanyaan

Senin, 12 Maret 2012 | 10:10 WIB


REMBANG – Penyidik pada Polres Rembang mencecar Ketua Badan Pengawas (BP) Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MPd) Kecamatan Sumber, Gunanto dengan 22 pertanyaan dalam pemeriksaan, Senin (12/3).

Pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB tersebut untuk meminta keterangan Ketua BP UPK PNPM MPd Kecamatan Sumber sejak periode 2004-2005 itu terkait kasus dugaan penggelapan dana Simpan Pinjam yang dikelola kelompok Perempuan (SPP) di UPK setempat sebesar Rp155,844 juta.

“Saya memberikan keterangan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB dan menjawab tak kurang dari 22 pertanyaan yang diajukan penyidik,” kata dia.

Dalam pemeriksaan itu, Gunanto juga mengaku membeber sejumlah aturan program, anggaran dasar/anggaran rumah tangga, dan standar operasional prosedur dalam penyaluran dana SPP.

“Saya juga membeber dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana SPP di UPK PNPM Mandiri MPd Kecamatan Sumber yang diduga bermula sejak 2008. Aturan main dalam penyaluran dana SPP kami paparkan gamblang,” kata dia.

Gunanto menyatakan tetap akan memberikan keterangan secara sebenar-benarnya hingga kasus ini tuntas. “Soal ada teror atau ancaman dan sebagainya, sejauh ini tidak ada yang berarti. Saya punya prinsip dan niat, pengungkapan kasus ini memang harus sampai tuntas,” kata dia.

Ia pun tak mengkhawatirkan posisinya sebagai Ketua BP UPK PNPM MPd Kecamatan Sumber. “Saya diangkat dan diberhentikan melalui musyawarah antardesa (MAD). Diberhentikan jika melakukan penyelewengan, sedangkan saya tidak melakukannya. Jadi saya tidak perlu khawatir,” kata dia.

Sebelumnya Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto didampingi Kasat Reskrim AKP M Bahrin SH mengatakan pihaknya akan memanggil semua pihak yang mengetahui kasus dugaan pengelapan dana SPP di UPK PNPM Mandiri Kecamatan Sumber, utamanya oknum Sekretraris UPK Heni Nur Cahyanti.

“Kami lakukan pemanggilan secara bertahap. Untuk yang pertama kami panggil adalah BP UPK PNPM Mandiri Kecamatan Sumber yang pertama kali mengetahui adanya dugaan pengelapan dana SPP itu,” kata dia.

Kasat Reskrim menegaskan kasus dugaan pengelapan itu tetap akan diusut, meskipun pihak yang terlibat mengembalikan semua dana yang diduga digelapkan.

“Perbuatan pengelapan dan pengembalian adalah dua hal yang terpisah. Yang kami usut pada awal ini adalah dugaan pengelapannya,” kata dia.

Ia mengaku pihaknya sudah pernah melakukan gelar perkara dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang terkait kasus dugaan pengelapan di PNPM Mandiri Kecamatan Sumber ini.

“Dari gelar perkara ini kami juga bersepakat untuk menyelesaikan kasus ini dengan penyelidikan hingga tuntas. Kami berharap dalam waktu dekat ini, kasus tersebut sudah bisa selesai,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan