Kepala Desa “Walk Out” dari Musrenbangcam

Rabu, 15 Februari 2012 | 08:45 WIB

KOTA – Paguyuban Kepala Desa/Kepala Kelurahan Kecamatan Kota Rembang (Pakkar) “walk out” dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenmbang) di Aula Kecamatan setempat, dan tidak memberikan usulan apapun pada musyawarah tersebut, Rabu (14/2).

Ketua Pakkar, Kasri menjelaskan, aksi “walk out” kepala desa di Kecamatan Kota Rembang pada Musrenbang itu dilatari oleh tidak pernah terserapnya aspirasi mereka dengan bentuk realisasi dalam APBD.

“Program-program di APBD selama ini bukanlah usulan dari desa, tetapi justru datang dari sumber yang tidak jelas. Yang membuat kami prihatin, usulan dari desa malah tidak pernah diperhatikan di APBD,” kata dia.

Menurut dia, desa sebagai gerbang pertama yang mengerti kondisi masyarakat, mestinya mendapat prioritas program. “Kalau usulan dari yang mengerti kondisi masyarakat paling bawah saja tidak diperhatikan, untuk apa memberikan usulan pada Musrenbang. Percuma,” kata dia yang juga Kepala Desa Pandean.

Kepala Desa Tlogomojo, Isa Ansori menambahkan, sebelum “walk out”, kepala desa se Kecamatan Kota Rembang sempat mengikuti beberapa waktu paparan dari tim Musrenbang Kabupaten.

“Namun kami diam saja dan tidak memberikan usulan. Karena kami anggap acara Musrenbang itu percuma dan tidak pernah ada realisasinya,” kata dia.

Isa juga mengatakan, di tengah acara, selain memilih “walk out, 24 kepala desa di kecamatan itu juga mengembalikan uang transportasi yang disediakan oleh panitia.

“Kami yang ada di desa sudah tidak memiliki kepercayaan lagi dengan forum Musrenbang seperti ini,” kata dia.

Pihak Kecamatan Kota Rembang pun akhirnya memilih mengagendakan pertemuan khusus dengan para kepala desa di kecamatan itu, Kamis (16/2) pagi. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan