90 Keluarga Rembang Mengantre Transmigrasi

Minggu, 15 September 2013 | 16:13 WIB
Keluarga salah satu transmigran asal Kabupaten Rembang sebelum berangkat ke lokasi transmigrasi.

Keluarga salah satu transmigran asal Kabupaten Rembang sebelum berangkat ke lokasi transmigrasi.

REMBANG, MataAirRadio.net – Sebanyak 90 keluarga dari sejumlah desa di Kabupaten Rembang tercatat masih mengantre dalam daftar tunggu program transmigrasi, setidaknya sampai dengan pertengahan September ini.

Menurunnya jatah keberangkatan transmigran yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat, menjadi salah satu penyebab menumpuknya calon peserta transmigrasi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rembang Sunarto, Minggu (15/9) siang mengungkapkan, tahun ini Rembang dijatah memberangkatkan sepuluh keluarga transmigran.

Namun sampai dengan akhir pekan kemarin, baru empat keluarga yang menyatakan siap berangkat transmigrasi, tiga keluarga dari Lasem dan satu dari Meteseh Kaliori. Tahun ini, transmigran Rembang akan diberangkatkan ke Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Mengenai jatah sepuluh yang baru terisi empat keluarga calon transmigran, Sunarto mengaku yakin akan bisa terpenuhi hingga menjelang masa pemberangkatan pada akhir tahun ini. Biasanya, transmigran diberangkatkan pada sekitar awal Desember.

Menurutnya, lokasi daerah tujuan transmigrasi yang cukup jauh dari pusat kota, diduga menjadi salah satu alasan calon transmigran tidak segera menyatakan siap berangkat. Padahal, daerah Minahasa Selatan memiliki lahan garap yang potensial untuk para transmigran.

Untuk menggenjot pemenuhan jatah tersebut, Sunarto akan mengintensifkan sosialisasi kepada calon transmigran yang telah masuk dalam daftar tunggu. Selama ini, hanya transmigrasi dengan tujuan Sumatera dan Kalimantan yang lumayan diminati.

Sebelum memberangkatkan para transmigran, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Rembang memberikan pelatihan keterampilan terapan bagi mereka. Selain pelatihan, dinas pun memberikan bantuan benih tanaman hortikultura dan uang saku untuk keberangkatan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan