Hanya 20 Persen Kelompok Baru Penerima Pugar 2013

Sabtu, 13 April 2013 | 17:00 WIB
Petani Garam Rembang

Petani Garam Rembang

REMBANG, MataAirRadio.net – Kelompok baru petani garam yang akan dialokasi dana pemberdayaan usaha garam rakyat atau Pugar 2013 di Kabupaten Rembang ditentukan hanya 20 persen. Itu artinya, mayoritas penerima dana Pugar tahun ini adalah mereka yang pernah mendapatkannya pada tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Pamuji saat berbincang dengan reporter MataAir Radio, Sabtu (13/4) pagi menjelaskan, kebijakan 20 persen kelompok baru yang dialokasi dana pugar diatur dalam petunjuk teknis.

Ia juga menjelaskan, kelompok-kelompok baru petani garam yang akan dialokasi dana pugar masih dalam tahap penyusunan di tingkat desa. Nantinya, setiap kelompok petani garam, baik kelompok lama maupun baru, akan dialokasi dana Rp15 juta untuk mengembangkan pembuatan garam dengan teknik ulir atau TUG.

Pamuji mengklaim, dengan menggunakan teknik ulir garam atau TUG, petani akan bisa memproduksi garam dengan kualitas super yakni dengan kristal utuh, besar, dan putih.

Apabila petani berhasil mengembangkan pembuatan garam dengan teknik ulir, maka sejumlah perusahaan berskala nasional, kata Pamuji, akan langsung menyambutnya dengan order.

Ia menyebutkan, sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang industi makanan dan minuman baik yang ada di Jawa maupun Medan Sumatera Utara telah menyatakan siap menggunakan garam Rembang jika memenuhi kriteria utuh, besar, dan putih.

Seperti diketahui, alokasi dana pemberdayaan usaha garam rakyat atau Pugar tahun 2013 untuk Kabupaten Rembang turun tajam hingga 65 persen dibandingkan tahun 2012. Jatah dana Pugar 2013 untuk kabupaten ini hanya Rp2,8 miliar. Jumlah itu jauh di bawah alokasi pada 2012 yang mencapai Rp8,2 miliar. Penurunan ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat dan berlaku nasional.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang mencatat ada sebanyak 412 kelompok atau setara 4.120 orang petani garam berada di lima kecamatan, yaitu Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke, dan Sarang. Luasan tambak garam di Kecamatan Kaliori 1.209,65 hektare, Rembang 252,35 hektare, Lasem 458 hektare, Sluke 30,38 hektare, dan Sarang 47,59 hektare. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan