Kekurangan Air, Padi Petani Terancam Diserang Tikus

Rabu, 25 April 2012 | 09:28 WIB


KOTA – Tanaman padi petani yang kini memasuki masa berbulir, rawan diserang hama tikus lantaran kondisi lahan sawah yang mulai kering akibat tersendatnya curah hujan seiring datangnya musim kemarau tahun ini.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Mulyono, Rabu (25/4) mengatakan, kondisi lahan tanaman padi yang kering memudahkan tikus untuk beraksi.

“Pada lahan yang kering, tikus mudah berjalan kesana kemari. Dalam hal ini, petani perlu segera melakukan penanganan awal dengan memberikan umpan berisi racun untuk mengendalikan serangan tikus,” terangnya.

Tanaman padi petani pada musim tanam kedua di sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang, terutama di wilayah barat dan selatan, saat ini memasuki masa berbulir. Sebagian bahkan sudah memasuki masak susu.

“Tikus memang menjadi ancaman bagi petani ketika hujan mulai tersendat, sementara tanaman padinya mulai bisa diharapkan bisa dipanen. Kami berharap petani mulai peka dengan proaktif membasmi serangan tikus di fase awal untuk menekan risiko gagal panen,” tandas Mulyono.

Ia juga mengemukakan, karena kondisi lahan yang kering, maka dalam memasang umpan pembasmi tikus diupayakan untuk tidak dipasang di galengan saja. Pasalnya, pergerakan tikus yang aktif akan menerobos tanaman padi dengan membuat jalan-jalan di hamparan.

“Karena itu, umpannya jangan dipasang di galengan saja, tetapi di tengah hamparan yang akan menjadi jalannya tikus,” kata dia.

Mulyono menyebutkan, umpan yang dipasang pun jangan melulu dibalut gabah. “Sesekali, petani juga bisa menggunakan umpan berupa ketela yang direbus dengan air kelapa atau jagung muda lalu diberikan racumin atau temix,” terangnya.

Berdasarkan catatan pihaknya, lahan pertanian di wilayah Kota Rembang, Kaliori, Sulang, Sumber, dan Bulu termasuk rawan serangan tikus. Meski pada musim tanam 2011-2012, serangan tikus belum nampak, Rembang memiliki catatan kelam serangan hama ini pada 2010. Ketika itu, puluhan hektare lahan pertanian di Kecamatan Kota Rembang dirusak hama tikus.

“Kami mengimbau petani mewaspadai siklus hama itu dan segera mengantisipasinya jika sudah mulai muncul serangan. Koordinasikan segera kepada kami apabila ditemukan serangan tikus yang mengganas,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan