Kejari Didesak Periksa Bos CV Bengawan Ilmu

Kamis, 17 Januari 2013 | 20:01 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Kejaksaan Negeri Rembang menyatakan belum akan memeriksa rekanan pengadaan buku muatan lokal SD dan SMP tahun 2010, CV Bengawan Ilmu Semarang.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) pada Kejaksaan Negeri Rembang Ali Mukhtar saat dihubungi reporter MataAir Radio, Kamis (17/1) siang menyatakan, otoritas pemanggilan rekanan pengadaan buku muatan lokal ada di tangan tim penyidik di pihaknya.

Sejauh ini, katanya, belum ada rencana untuk memanggil rekanan asal Semarang tersebut. Namun yang jelas, pihak rekanan mengerjakan pesanan buku yang ada diluar ketentuan Surat Keputusan Gubernur Nomor 420/97/2011 tertanggal 28 Juli 2011.

Ali Mukhtar menambahkan, ribuan buku muatan lokal untuk SD dan SMP pada 2010 yang telah dilakukan pengadaan belum ada rencana ditarik.

Sementara itu, belum diperiksanya rekanan pengadaan buku muatan lokal yang diduga merugikan negara hingga Rp600juta tersebut, menyisakan kekecewaan di pihak lembaga antikorupsi Lespem Rembang.

Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo menyatakan, tidak mungkin korupsi pengadaan buku tersebut dilakukan tanpa melibatkan rekanan.

Menurut Bambang sudah menjadi rahasia umum, hampir selalu ada sekian persen imbalan yang diberikan pihak rekanan kepada oknum di dinas pendidikan setempat terkait pengadaan buku.

Atas belum diperiksanya pihak rekanan tersebut, Bambang menilai ada ketidakseriusan pihak kejaksaan dalam menangani kasus ini, sehingga pihaknya mendesak pemeriksaan terhadap rekanan tersebut serta pihak lain yang diindikasikan terlibat.

Seperti diketahui, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku muatan lokal untuk SD dan SMP tahun 2010, Bambang Joko, akhirnya dijebloskan ke rumah tahanan setempat oleh pihak Kejaksaan Negeri Rembang, Rabu (16/1) siang kemarin sekitar pukul 13.00 WIB.

Bambang Joko yang kini menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang ini dicecar puluhan pertanyaan selama tiga jam sejak pukul 10.00 WIB, sebelum akhirnya dibui di Rutan Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan