Setelah Megulung-Jadi, Sekarsari-Kedungasem Pun Bentrok

Jumat, 29 Maret 2013 | 19:19 WIB
Kanitreskrim Polres Rembang, Aiptu Taat Ujianto. (Foto:Puji)

Kanitreskrim Polsek Sumber, Aiptu Taat Ujianto. (Foto:Puji)

SUMBER, MataAirRadio.net – Kasus perkelahian yang melibatkan dua kelompok pemuda kembali terjadi di Kecamatan Sumber. Jika pada Selasa (26/3) malam kemarin, kelompok pemuda Desa Jadi terlibat perkelahian dengan pemuda Desa Megulung, kali ini kelompok pemuda Dusun Dresan Desa Sekarsari dan Desa Kedungasem yang terlibat bentrok.

Perkelahian tersebut terjadi pada Kamis (29/3) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut keterangan yang dihimpun reporter MataAir Radio, awalnya Rustamaji (28) bersama adiknya Joko Catur Pramono (16) serta beberapa pemuda Desa Kedungasem sedang kongko di sebuah pos kamling desa setempat.

Namun mereka didatangi sekelompok pemuda dari Dusun Dresan Desa Sekarsari dengan mengendari tiga sepeda motor. Salah satu dari mereka ini yang kemudian diketahui sebagai Rosid Eko Waluyo (18) mengajak berkelahi kelompok pemuda Desa Kedungasem, satu lawan satu.

Rosid pun tiba-tiba menghujamkan pukulan ke pipi sebelah kiri Joko Catur Pramono dan kemudian terjadilah perkelahian. Melihat adiknya berkelahi, Rustamaji kemudian mencoba menengahi dan menyuruh pulang sekelompok pemuda Dusun Dresan Desa Sekarsari tersebut.

Namun bukannya pulang, salah satu dari sekelompok pemuda tersebut justru menantang dan menghantamkan benda keras ke bagian kepala Rustamaji. Korban yang merupakan warga RT 2 RW 5 Desa Kedungasem ini pun terluka dan dilarikan ke Puskesmas Sumber karena menderita luka di bagian kepala dan harus mendapatkan sebanyak empat jahitan.

Kapolsek Sumber AKP Bibit AS melalui Kanitreskrim Polsek Sumber Aiptu Taat Ujianto mengaku belum menyentuh pelaku meski identitas mereka telah dikantongi. Selain alasan pertimbangan situasi, kepala dusun di dua desa tersebut tengah mengupayakan kesepakatan damai. Langkah itu ditempuh mengingat sudah beberapa kali kelompok dua desa tersebut terlibat cekcok.

Aiptu Taat Ujianto menyatakan, dari analisanya sejauh ini, bentrok antarkelompok pemuda di Kecamatan Sumber hampir semuanya hanya didahului persoalan sepele. Kanitreskrim mengungkapkan persoalan sepele itu adalah tidak terima ketika “dibleyer” suara knalpot sepeda motor.

Pihaknya mengaku mempertimbangkan penyelesaian kasus ini secara kekeluargaan untuk mengantisipasi menjalarnya kasus ini menjadi perkelahian antarkampung. Namun jika ternyata upaya tersebut menemui jalan buntu, maka ia menegaskan akan tetap melanjutkan proses hukum.

Pada kesempatan terpisah, Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto mengaku prihatin terhadap maraknya perkelahian antarkelompok pemuda di Kecamatan Sumber.

Menurutnya, untuk menekan kenakalan remaja seperti perkelahian, maka peran orang tua dalam mendidik anak perlu ditingkatkan. Apalagi, pada usia menginjak dewasa, ego para remaja ini lebih dikedepankan ketimbang akibat yang bakal diterima.

Secara khusus pihaknya meminta anggota di jajaran kepolisian sektor untuk menggiatkan patroli di desa, terutama pada saat menjelang libur sekolah atau libur nasional. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan