KB Dengan Kondom Kurang Diminati Di Rembang

Selasa, 24 Juli 2012 | 07:48 WIB
Ilustrasi. (Foto: shnews.co)

REMBANG – Program Keluarga Berencana (KB) dengan penggunaan alat kontrasepsi jenis kondom cenderung kurang diminati di Rembang. Pasalnya, dari tujuh model kontrasepsi, penggunaan kondom hanya dilakukan pada 1.081 pasangan usia subur per Mei 2012.

Kasubid Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) BPMPKB Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, Selasa (24/7), menjelaskan, cenderung kurang diminatinya kondom lantaran cukup banyak pasangan yang lebih nyaman dengan kontrasepsi model lain seperti suntik.

“Kalau soal sosialisasi masing-masing model kontrasepsi, kami sudah cukup maksimal. Apalagi kami kerap mengampanyekan program KB dengan menggunakan mobil unit pelayanan keluarga berencana,” tandas dia.

Ia menegaskan, kendati kontrasepsi jenis kondom kurang diminati, bagi pihaknya yang penting angka akseptor KB di kabupaten itu meningkat.

“Sepanjang 2011 lalu, akseptor baru KB mencapai 18.711, sedangkan tahun ini, sampai dengan Mei 2012, jumlah akseptor baru sudah 11.247. Kami yakin akan ada peningkatan selama 2012 ini,” kata dia tanpa menyebut angka atau target yang diberikan Pemprov Jateng untuk akseptor baru KB di Kabupaten Rembang.

Menurut catatan BPMPKB Kabupaten Rembang, dari 133.766 pasangan usia subur di kabupaten setempat, sudah ada 112.471 pasangan yang menggunakan kontrasepsi dengan berbagai model dalam rangka program KB.

Selain kondom, penggunaan kontrasepsi dirinci masing-masing dengan Intra Uterine Device (IUD) mencapai 2.026, medis operasi wanita (MOW) sebanyak 2.317, medis operasi pria (MOP) sebanyak 427, implant alias susuk (9.034), suntik (74.594), dan pil (22.992).

“Kami akan terus memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya program KB, terutama warga di daerah pelosok yang tingkat kesadarannya pada program KB perlu ditingkatkan,” tandas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan