Kawasan Pasar Lama Bakal Dibangun Pasar Semi Modern

Senin, 6 Agustus 2012 | 08:01 WIB
Warga mengadu kepada dua orang anggota Komisi B DPRD Rembang, Selasa (31/7). (Foto: Pujianto)

KOTA – Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni mengungkapkan, pemerintah kabupaten setempat bakal membangun pasar semi modern dengan memanfaatkan kawasan pasar lama di wilayah Desa Sumberjo Kecamatan Kota Rembang.

“Namun, kami masih mengkajinya. Apakah nanti untuk pasar semi modern atau pasar tradisional belum secara final kami putuskan,” ungkap Hamzah kepada mataairradio.net, Senin (6/8).

Sekda menegaskan, kawasan pasar lama yang kini dimanfaatkan sebagai pasar kambing itu akan tetap digunakan untuk pusat kegiatan ekonomi masyarakat. “Soal bongkar membongkar bangunan-bangunan yang sempat didirikan oleh masyarakat setempat di atas tanah itu belum juga kami pastikan kapan tepat waktunya. Masih dikaji juga,” papar Hamzah.

Ia juga menekankan, pemanfaatan aset tersebut lantaran Pemkab Rembang ingin mengoptimalkan aset negara. “Aset negara ini jangan sampai ‘idle’. Karena itu, perlu dioptimalkan,” tegasnya.

Hamzah menambahkan, pembongkaran bangunan-bangunan liar di kawasan pasar lama memungkinkan dilakukan setelah Lebaran 1433 Hijriyah. “Yang pasti, pembongkaran tidak akan melangkahi tahun 2013,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sekitar 20 keluarga yang menempati kawasan Pasar Lama Rembang mengadu kepada dua orang perwakilan Komisi B DPRD Rembang di kawasan pasar yang kini dimanfaatkan sebagai pasar kambing, Selasa (31/7) lalu.

Mereka meminta kedua wakil rakyat itu menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten Rembang menunda pelaksanaan penggusuran tempat mereka berteduh, paling tidak hingga setelah Lebaran tahun ini.

Paryono (35), salah seorang perwakilan warga mengatakan, warga bukan tak tahu aturan. Warga, katanya, juga tidak sedang membangkang dan tidak mau pindah seiring bakal digunakannya kawasan Pasar Lama Rembang oleh pemerintah kabupaten setempat.

“Kami siap pindah. Kapan saja. Namun setidaknya izinkan kami untuk bisa berlebaran dengan masih memiliki tempat tinggal,” ucap Paryono.

Apalagi, kata dia, Pemkab Rembang juga belum tampak akan segera menggunakan kawasan itu. “Apabila pemkab belum akan menggunakan kawasan pasar lama ini dalam waktu dekat, maka kami mohon untuk tetap diizinkan tinggal di kawasan ini,” kata dia.

Ia bersama warga akan secara sukarela pindah dari kawasan itu apabila pemkab sudah memasang papan pengumuman berisi pemanfaatan kawasan pasar kambing tersebut.

Kawasan Pasar Lama Rembang awalnya dihuni oleh 44 keluarga. Namun, sejak kabar pemanfaatan kawasan pasar kambing itu berhembus, 24 keluarga memilih hengkang lebih awal. Adapun 20 keluarga memilih bertahan lantaran masih berusaha mencari alternatif tempat tinggal jika penggusuran menjadi pilihan mutlak. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan