Kasus Korupsi Buku Ajar, Empat Kepala SMP Diperiksa

Rabu, 3 April 2013 | 14:28 WIB
Bupati Rembang Mochammad Salim

Bupati Rembang Mochammad Salim. (Foto:AFTA)

REMBANG, MataAirRadio.net – Bupati Rembang Mochammad Salim mengungkapkan ada empat kepala SMP yang dipanggil untuk memberikan keterangan terkait kasus korupsi pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP tahun 2010.

Saat itu, menurut Salim yang berbicara di hadapan 159 kepala sekolah di Ruang Pertemuan Lantai IV Setda Rembang, Selasa (2/4) kemarin, keempat kepala sekolah mendapat tekanan tertentu karena tidak ada penasehat hukum yang mendampingi.

Salim mengungkapkan, keempat kepala SMP itu sempat menyampaikan bahwa pengadaan buku ajar yang dipakai oleh siswa memang tidak bermanfaat.

Keterangan para kepala SMP itu oleh Salim dinilai sebagai sesuatu yang menunjukkan rendahnya mentalitas kepala sekolah di hadapan penegak hukum. Karenanya, Salim meminta para kepala sekolah juga mempelajari Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) agar lebih paham tentang hukum.

Bupati menegaskan, pihaknya meminta kepala sekolah agar tidak takut jika dipanggil aparat penegak hukum, baik itu kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan.

Salim juga meminta kepala sekolah agar mau belajar tentang manajemen, sehingga bisa memahami tata cara pengelolaan sekolah dengan baik.

Apalagi menurut Salim, lembaga di luar pemerintahan selalu mengawasi dan memantau kinerja Pemerintah Kabupaten Rembang, sehingga ketika muncul persolan kecil saja, maka akan langsung ditindaklanjuti.

Seperti diketahui, pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP yang dibiayai dengan dana alokasi khusus 2010, berujung pada dugaan korupsi. Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Bambang Joko Mulyono ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan buku ajar tersebut.

Pihak kejaksaan yakin Bambang Joko tidak melakukan korupsi itu secara sendirian, karena diyakini ada orang lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Kejaksaan Negeri Rembang telah memanggil kuasa pengguna anggaran dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan dan panitia lelang untuk diperiksa sebagai saksi, namun mereka berpotensi dijadikan sebagai tersangka berikutnya. (Afta Ahmad)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan