Kasatreskrim: Yang Asli itu Kasar Tapi Lentur

Sabtu, 1 Juni 2013 | 16:51 WIB
Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso saat gelar perkara uang palsu. (Foto:Afta)

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso saat gelar perkara uang palsu. (Foto:Afta)

REMBANG, MataAirRadio.net – Masyarakat di Kabupaten Rembang diminta berhati-hati saat melakukan transaksi dalam jumlah besar. Jika sembrono, bisa jadi kitalah korban peredaran uang palsu berikutnya.

Ada tiga metode umum yang dipakai untuk mendeteksi keaslian lembaran rupiah, yakni dilihat, diraba, diterawang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Joko Santoso, Sabtu (1/6) pagi mengatakan, mendeteksi keaslian uang dengan meraba sebenarnya sudah cukup ampuh.

Menurutnya, ketika diraba, uang asli akan menunjukkan serat kasar namun lentur, sedangkan uang palsu lebih halus tetapi kaku dan mudah kumal.

Ia menjelaskan, spesimen kertas uang asli berbeda dengan uang palsu karena bahannya yang khusus. Namun jika dengan tiga metode itu masih ada keraguan, masyarakat bisa menggunakan alat bantu pendeteksi keaslian uang berupa sinar ultraviolet.

Peredaran uang palsu tidak melihat waktu-waktu tertentu. Menurut Kasatreskrim, setiap ada kesempatan, pengedar uang palsu akan beraksi. Dari penyidikannya belum ada pola waktu peredaran uang palsu.

Demikian juga dengan titik-titik yang sering digunakan bertransaksi. AKP Joko Santoso mengaku belum memetakan simpul-simpul yang dipakai pelaku untuk mengedarkan lembaran rupiah palsu.

Ia menambahkan, pengedar uang palsu beraksi karena motif ekonomi, sebab kebanyakan pelakunya tidak memiliki pekerjaan atau profesi tetap.

Selasa dini hari 28 Mei lalu, jajaran Resmob Polda Jawa Tengah menangkap tiga orang pengedar uang palsu di sebuah warung kopi di bilangan Dusun Bedog Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan.

Total ada Rp77 juta uang palsu dalam bentuk pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu yang diamankan dari para pelaku. Ketiga pengedar adalah penjahat kambuhan, mulai dari kasus pencurian hingga pengedar narkoba. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan