“Karena Kaya, Saya Belanja Banyak Tanah”

Selasa, 10 April 2012 | 05:45 WIB

KOTA – Bupati Rembang Moch Salim menyebut dirinya telah mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk belanja berhektare tanah di wilayah Tegaldowo dan Kajar, Kecamatan Gunem. Namun, Salim menegaskan, tak ada uang negara yang dipakai dalam belanja itu.

“Saya sudah belanja banyak tanah di wilayah Tegaldowo dan Kajar. Karena saya kaya, saya membeli tanah-tanah itu dengan uang sendiri, bukan uang negara,” demikian kata Salim saat memberikan sambutan di acara peluncuran perekaman data e-KTP di Aula Kecamatan Rembang, Selasa (10/4).

Meski demikian, Salim tidak menyebutkan alasannya membeli banyak tanah di kawasan Tegaldowo dan Kajar. Dugaan hanya mengarah dan terkait dengan bakal dibangunnya tapak pabrik dan eksplorasi bahan baku semen oleh PT Semen Gresik di kawasan itu.

“Saya perlu sampaikan ini (pembelian tanah dengan uang sendiri) untuk membantah semua isu miring yang berkembang dan mengarah kepada fitnah bahwa ada duit negara saya pakai untuk membeli tanah-tanah itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Salim juga pernah disinggung oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo dalam sebuah kesempatan di Tegaldowo, Gunem, 21 Maret lalu. Ketika itu, Gubernur Jateng yang melakukan silaturahmi dengan seluruh lurah dan kepala desa se-Kabupaten Rembang, menuding seorang bupati yang kaya, hampir selalu terkait korupsi.

Salim nampaknya tersinggung dengan ucapan Bibit. Makanya, dengan nada agak tinggi Salim menyambut ucapan Bibit itu dan berucap, “Sebelum menjadi Bupati, saya sudah kaya kok”.

Gubernur menanggapi dingin sahutan Salim itu seraya berdoa, “Semoga dengan adanya seorang Bupati yang kaya, masyarakat Rembang bisa semakin sejahtera”. (Puji)




2 comments
  1. jas

    April 11, 2012 at 11:44 am

    prihatin melihat dan mendengar ucapan dan sepak terjang pemimpin seperti ini. “karena saya kaya saya wajar saya belanja banyak tanah”.
    apa bedanya pernyataan dia sebagai pejabat publik dengan juragan tanah?
    terus rakyatnya mau suruh cukupi masa depannya dengan apa kalo tanahnya sudah diambil dia semua?
    memang tanah seperti motor, sekarang habis besok pabrik bikin lagi?
    memang tanah seperti jabatan, hari ini pensiun atau mati besok bikin lowongan baru? atau seperti ikan hari ini habis,besok nangkap lagi di laut?
    memang tanah seperti trotoar atau jalan proyek pejabat kalo dibuat jelek besok biar cepet rusak dan ada proyek baru lagi?
    Tanah adalah soal hidup matinya rakyat! Tanah adalahsoal harga diri masyarakatnya.
    kalo masyarakat mudah menjual dan melepas hak milik tanahnya, itu tandanya masyarakat rapuh, kalo bukan karena ada sesuatu yang salah dalam memimpin negara, menyelenggarakan pemerintahannya. sehingga rakyatnya mudah menjual dan kehilangan tanahnya, kehilangan harga dirinya. apalagi dengan harga yang jauh dari upaya tipu menipu.

    Sedhumuk bathuk senyari bumi. Rawe-rawe rantas malang-malang putung!

    Mari kita lawan segala bentuk penghancuran dan bujuk rayu tipuan para penjajah baru berwujud wajah-wajah kekuasaan yang menipu dan mengobral kesejahteraan namun sejatinya akan merusak dan menjual masa depan anak cucu kita.

    Reply
  2. sari

    April 12, 2012 at 5:21 pm

    semua orang tahu kalo bupati kaya, tapi mengapa belanja tanah rakyatnya kok terjadi selama kurun waktu 6-7 tahun terakhir, lebih-lebh 2 tahun terakhir yang notabene anda sedang menjabat sebagai bupati rembang pak? apakah itu tidak menutup kemungkinan jeruk makan jeruk alias pagar makan tanaman pak?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan