Kampanyekan Pentingnya Jamban, Agen Sanitasi Disiapkan

Rabu, 5 Desember 2012 | 17:07 WIB


REMBANG – MataAirRadio.net, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang menyatakan sedang menyiapkan agen sanitasi di setiap desa berasal dari masyarakat desa setempat.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono kepada reporter MataAir Radio, Rabu (5/12), menjelaskan, agen sanitasi disiapkan dari sebuah proses pelatihan terhadap sejumlah warga oleh pihaknya.

Menurut Aris, setelah diberikan pemahaman tentang arti penting kesehatan sanitasi, masyarakat akan semakin terkikis dari kesan bahwa membuat jamban itu mahal.

Dengan agen sanitasi itu, masyarakat setempat akan terlibat secara aktif misalnya terkait penentuan lokasi jamban mereka dan dimana seharusnya warga membuang air besar secara sehat dan tidak mencemari lingkungan.

Dengarkan rekaman di sini.

Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono menyebutkan, sejak digulirkan pada sekitar 1984-1986, program jambanisasi menyisakan banyak masalah seperti tidak digunakannya jamban-jamban itu.

Menurut Aris, faktor penyebab tidak digunakannya jamban bantuan pemerintah itu antara lain pilihan memosisikan masyarakat hanya sebagai objek, sehingga keterpentingan jamban belum menyentuh ke masyarakat sebagai pengguna.

Karena itu, dengan adanya agen sanitasi tadi, masyarakat akan dilibatkan sebagai subjek, mulai dari perencanaan, pendanaan, dan pengorganisasian jamban, termasuk evaluasi penggunaannya.

Dengarkan rekaman di sini.

Aris Suryono menegaskan, apabila kesadaran masyarakat akan pentingnya jamban sehat mulai tumbuh, maka jumlah keluarga yang masih buang air besar (BAB) secara sembarangan akan bisa ditekan minimal. Saat ini, masih ada sekitar 40 persen warga di Kabupaten Rembang yang masih BAB secara sembarangan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan