Nagih Utang, Kades Bogorame Malah Dikeroyok

Kamis, 11 September 2014 | 16:39 WIB
Kepala Desa Bogorame, Budi Lestariyono. (Foto:Rif)

Kepala Desa Bogorame, Budi Lestariyono. (Foto:Rif)

SULANG, MataAirRadio.net – Kepala Desa Bogorame Kecamatan Sulang Budi Lestariyono dikeroyok tiga orang hingga babak belur saat menagih utang atas pengiriman dua rit tanah uruk. Peristiwa itu terjadi Rabu (10/9) kemarin di sebuah warung makan, sebelah selatan MTs Negeri Sulang.

Awalnya, pelaku mengorder tanah uruk kepada Budi. Setelah dikirimi dua truk untuk menguruk lokasi bakal ruko di tepi jalan Rembang-Blora, pelaku tak cocok dan menghentikan order. Namun dua rit tanah yang dikirim itu, tetap diminta oleh pelaku. Menurut Budi, dua rit tanah itu mestinya dibayar pelaku.

Selang tiga minggu setelah pengiriman, pelaku tak kunjung membayar. Hingga kemudian, pelaku mengontak Budi untuk ketemu di warung makan tersebut. Di tempat itu, pelaku mengaku sudah membayar tanah uruk melalui sopir, tetapi sopir yang bersangkutan membantahnya. Kedua pihak pun adu mulut.

Adu mulut itu berujung pada pengeroyokan dan penganiayaan setelah pelaku tersinggung dengan perkataan Budi. Dia mengatakan, jika memang tidak mau membayar utang, tidak masalah. Budi beralasan daripada repot dan pelaku terkesan mengelak. Lagi pula, nilai satu rit tanah uruk itu hanya Rp130.000.

Pelaku lantas melemparkan gelas kaca ke muka Budi. Dua orang pelaku lain memegangi Budi, sambil melayangkan pukulan. Pelaku juga menghantamkan benda tumpul ke kepala dan tubuh korban. Akibatnya, Budi menderita luka robek dengan delapan jahitan di kepal serta luka memar di punggung dan dahi.

Budi sempat dirawat di Puskesmas Sulang. Namun Kamis (11/9) pagi, dia sudah beraktivitas normal. Dia berharap polisi mengusut kasus ini. Apalagi nilai uang yang disebut tak seberapa, rasanya terlalu berlebihan jika sampai berbuat kekerasan terhadap orang yang mengutangi.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengaku masih menangani kasus pengeroyokan Kades Bogorame. Namun dari kejadian itu, polisi telah mengamankan dua dari tiga orang pelaku, masing-masing berinisial Skd (39) warga Dresi Kulon Kaliori, dan Sgy (32), warga Kelurahan Leteh Rembang.

Sedangkan satu pelaku lain yang berinisial Sht, warga Dresi Kulon Kaliori, masih dalam pengejaran polisi. Kasatreskrim juga mengaku masih mendalami motif lain di balik pengeroyokan tersebut. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan