Jumbara PMR, Kontingen Rembang Hanya Peringkat Empat

Rabu, 11 Juli 2012 | 09:33 WIB

Pemimpin Kontingen PMR Rembang, Edy Murwanto saat ditemui mataairradio.net, Rabu (11/7). (Foto: Puji) 

KOTA – Kontingen Kabupaten Rembang gagal memenuhi ambisinya mempertahankan posisi tiga besar dalam kegiatan empat tahunan, jumpa bakti gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) se-Jawa Tengah, setelah hanya mampu menjadi yang terbaik keempat bersama tujuh kabupaten/kota lainnya.

Pemimpin Kontingen PMR Rembang, Edy Murwanto, Rabu (11/7) menyebutkan, kontingen yang dipimpinnya berada di peringkat empat bersama tuan rumah Kebumen dan Kota Tegal, Brebes, Grobogan, Karanganyar, Blora, serta Kota Pekalongan.

“Pesertanya 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dibandingkan dengan Jumbara PMR sebelumnya, peringkat kami melorot sebab empat tahun lalu kami mampu menempati peringkat tiga,” terang Edy yang juga Sekretaris PMI Cabang Rembang itu.

Karena melorotnya peringkat Kontingen Rembang tersebut, kata Edy, pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh agar prestasi di masa mendatang kembali lebih baik.

“Jujur kalau dari sisi persiapan, kita memang kurang maksimal. Sebab, pada saat mestinya kita sudah mulai latihan, sebagian besar anggota PMR baik dari kategori Mula hingga Wira justru sedang mengikuti ujian akhir sekolah. Akibatnya, persiapan kita menjadi terlalu singkat,” kilahnya.

Pada Jumbara PMR se-Jawa Tengah yang digelar di Kebumen dan berakhir Selasa (10/7) kemarin, Kontingen Kabupaten Rembang membawa 36 anggota PMR dan 16 anggota Korps Suka Rela (KSR).

“36 anggota PMR tersebut terbagi dalam tiga regu masing-masing 12 anggota PMR Mula (tingkat SD), Madya (tingkat SMP), dan Wira (tingkat SMA),” kata dia.

Kendati pulang dengan hanya berperingkat keempat, kata Edy, ada banyak pelajaran terpetik dari Jumbara PMR 2012 tersebut.

“Meski kami hanya membawa pulang piagam, medali, dan trofi peringkat empat, setidaknya keakraban antaranggota PMR menjadi semakin baik sepulang dari Jumbara tersebut,” tandasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan