Jelang Panen, Ulat Daun Menyerang

Selasa, 10 Juli 2012 | 07:40 WIB
Maryono, Ketua APTI Kabupaten Rembang (Foto: Tarom)

KOTA – Menjelang masa petik daun, para petani tembakau di Kabupaten Rembang dipusingkan dengan serangan hama ulat daun dalam sepekan terakhir.

Mahali (38), salah satu petani tembakau asal Desa Karangharjo, Kecamatan Sulang, Senin (9/7), mengatakan, serangan hama ulat tersebut menyebabkan daun tembakau yang siap panen menjadi berlubang-lubang.

“Ulatnya kecil-kecil. Warnanya hijau. Ini membuat petani resah karena daun tembakau yang terserang menjadi berlubang-lubang sehingga mengancam hasil dan kualitas panen,” katanya.

Mahali menjelaskan, meski tidak semua lahan tembakau di daerahnya terserang, namun hal itu cukup membuat petani tembaku miris. Pasalnya, akibat serangan ulat tersebut daun tembakau yang siap penen menjadi rusak.

“jika sudah terserang, daun tembaku menjadi berlubang hingga mengakibatkan kematian. Kalau pun masih bisa diselamatkan, daun tembakau kemungkinan besar tak akan laku dijual sehingga sedikit kemungkinan untuk dipanen,” tambahnhya.

Hal sama juga dikatakan Narto (32), petani tembakau asal Pasedan, Kecamatan Bulu. Menurutnya, ulat daun yang menyerang beberapa lahan tembakau milik warga setempat, membuat sejumlah petani tembakau di daerahnya cemas. Pasalnya, penyebaran ulat daun dari satu daun ke daun lainnya begitu cepat.

“Hampir dipastikan, jika satu daun tembakau sudah terserang, maka daun lainnya dalam satu pohon akan sulit diselamatkan. Akibatnya, hampir semua daun dalam satu pohon menjadi berlubang-lubang,” katanya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, Maryono, mengatakan, serangan ulat daun yang terjadi di beberapa lahan tembakau di di Kabupaten Rembang, lebih disebabkan karena faktor cuaca.

“Hujan yang masih turun dan hembusan angin yang kencang menjadi pemicu penyebaran serangan ulat tersebut. Jika serangan ulat tak segera ditangani dengan baik, akan mengancam hasil panen karena yang diserang daunnya,” katanya.

Agar tidak menjalar ke tanaman lain, tambahnya, petani harus segera melakukan penyemprotan pestisida pada tanaman yang terserang sesuai petunjuk yang disarankan oleh petugas penyuluh lapangan.

“Penggunaan pestisida secara benar dan berimbang akan mampu membantu mengendalikan hama tersebut. Yang paling efektif, melakukan penanganan secara manual dengan menangkap secara langsung ulat tersebut. Ini terbukti sangat ampuh untuk mengendalaikan hama tersebut,” tegasnya.

Para petani tembakau berharap, instansi terkait segera turun tangan untuk membantu petani mengendalikan serangan ulat daun yang dapat merongrong hasil panenan mereka. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan