Januari Bulan Awas Bencana di Rembang

Rabu, 25 Desember 2013 | 15:22 WIB
Debit air Embung Grawan termasuk yang dipantau secara intens oleh BPBD Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

Debit air Embung Grawan termasuk yang dipantau secara intens oleh BPBD Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

LASEM, MataAirRadio.net – Hujan berintensitas tinggi seperti sekarang diramalkan bakal terus berlangsung dan mencapai puncaknya pada Januari mendatang. Ancaman bencana alam di Rembang pun diperhitungkan meningkat, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor seperti Lasem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencanangkan bulan siaga sekaligus awas bencana pada Januari 2014. Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso meminta kepada warga di wilayah rawan bencana untuk selalu waspada.

Dia menyebutkan, wilayah Desa Sendangasri, Dasun, dan Gedongmulyo Kecamatan Lasem rawan banjir luapan dari aliran Sungai Babagan. Sementara desa di wilayah perbukitan seperti Gowak, Kajar, dan Sendangcoyo, terpetakan rawan longsor. Tingginya intensitas curah hujan meningkatkan kerawanan banjir dan longsor di wilayah tersebut.

Menurut pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, banjir di Sendangasri lebih disebabkan oleh saluran tepi jalur pantura yang dangkal dan sempit. Belum lagi air kiriman dari wilayah atas juga cukup deras. Air menjadi cepat meluber dan menggenangi jalanan.

Sementara di Dasun dan Gedongmulyo, beberapa kali sawah dan tambak milik warga terendam air luapan Sungai Babagan. Meski sudah sebagian ditampung embung, air dari wilayah hulu sungai cepat melimpah karena banyak aliran dari persawahan dan permukiman.

Adapun terkait ancaman bencana longsor di tiga desa di Kecamatan Lasem, pihak BPBD meminta warga agar tidak membiarkan aliran air secara liar. Menurut Suharso, aliran liar air di perbukitan akan mengisi rongga atau rekahan kecil tanah. Apabila rongga tanah teraliri air secara terus menerus bisa mengakibatkan longsor.

Pelaksana Tugas Camat Lasem Kukuh Purwasana mengaku telah turun ke desa-desa rawan bencana untuk memantau kondisi terkini, sekaligus mengimbau masyarakat agar siaga dan waspada.

Kukuh pun mengaku telah meminta kepada aparat desa agar saling berkoordinasi, begitu melihat menjumpai tanda-tanda bencana. Melalui Seksi Ketenteraman dan Ketertiban atau Terantib Kecamatan, pihaknya juga secara intens berkomunikasi dengan BPBD. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan