“Jangan Abaikan Gejala Penyakit Tak Menular”

Kamis, 21 Juni 2012 | 09:57 WIB
Camat Rembang, Agus Salim mengikuti acara Posbindu di Balai Desa Ngotet, Kecamatan Kota Rembang, Kamis (21/6).

KOTA – Gejala penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi, stroke, kanker, dan diabetes kerap diabaikan oleh penderitanya sehingga begitu terdeteksi kondisinya sudah akut dan berisiko kematian, demikian diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono.

“Tren jumlah penderita penyakit tidak menular terutama jantung, hipertensi, stroke, kanker, dan diabetes meningkat. Padahal penyakit-penyakit tersebut akumulatif. Berawal dari gejala-gejala yang dirasakan,” terang Aris di sela pencanangan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular “Permata Bugar” di Balai Desa Ngotet, Kecamatan Kota Rembang, Kamis (21/6).

Menurut Aris, penyakit-penyakit tidak menular tersebut tidak langsung terasa serangannya. “Hanya gejalanya saja yang pasti dialami, namun kerap tak dihiraukan penderita. Penyakit-penyakit tersebut akibat dari pola makan yang tidak terkendali secara baik dan seimbang,” jelasnya.

Posbindu, kata Aris menjelaskan, akan berperan untuk membantu warga mendeteksi lebih dini penyakit tidak menular. Pihaknya menempatkan masing-masing satu orang dokter, bidan, perawat, petugas laboratorium, dan petugas gizi untuk mendampingi kegiatan pos pembinaan terpadu tersebut.

“Melalui Posbindu, penyakit-penyakit tak menular akan bisa terdeteksi lebih dini. Sebab, di Posbindu ada konsultasi menyangkut harus bagaimana setelah mendapati gejala penyakit tak menular tertentu,” terang dia.

Aris juga mengatakan program Posbindu yang pencanangannya diawali dari Desa Ngotet tersebut sebagai proyek percontohan. “Sehingga, apabila berjalan efektif akan dikembangkan di desa lainnnya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Ngotet, Taryono menambahkan, pihaknya mengerahkan 9 orang kader untuk menyukseskan program tersebut.

“Kesembilan kader tersebut setelah mendapatkan pembinaan menyatakan siap berkeliling kampung untuk mendorong mereka yang memiliki keluhan tertentu agar mendatangi Posbindu,” ujar dia.

Menurut Taryono, upaya semacam ini diyakini akan bermanfaat bagi warga demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. “Sebab, para kader juga diberi pembekalan berupa pelatihan penggunaan beragam peralatan seperti tensimeter, pengukur berat badan, tinggi badan, dan tes gula darah,” katanya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan