Pemondokan Jamaah Haji Rembang Tiga Kilometer dari Masjidil Haram

Jumat, 27 September 2013 | 15:23 WIB
Pemberangkatan jamaah calon haji Rembang.

Pemberangkatan jamaah calon haji Rembang. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net – 373 orang jamaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 44 dan 45 Kabupaten Rembang diberangkatkan menuju Embarkasi Solo pada Jumat (27/9) pagi.

Tiga orang jamaah calon haji di Kloter 44 diberangkatkan dengan satu mobil khusus ke Asrama Haji Donohudan Boyolali sekitar jam enam pagi. Sedangkan 370 orang jamaah calon haji di Kloter 45 diberangkatkan dengan sembilan bus ke asrama yang sama sekitar jam setengah delapan pagi. Adapun 130 orang jamaah calon haji di Kloter 46 diberangkatkan ke Embarkasi Solo pada Sabtu (28/9) dini hari.

Di Tanah Suci, Mekkah, jamaah calon haji dari Kabupaten Rembang akan tinggal di dua pemondokan berbeda. Yakni di Zumaizah dan di Mahbaz Jin atau Aziziyah. Kloter 45 di Zumaizah, sedangkan Kloter 44 dan 46 di Mahbas Jin. Menurut Google Earth, jarak Zumaizah dengan Masjidil Haram mencapai 2,62 kilometer, sedangkan Mahbaz Jin berkisar antara dua hingga tiga kilometer.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Atho’illah Muslim mengatakan, khusus di pemondokan atau maktab Zumaizah, jamaah haji Rembang juga pernah menempatinya pada tahun 2009 lalu. Atho’ berharap, para jamaah ridlo dengan penempatan pemondokan itu, meski jaraknya cukup jauh dari Masjidil Haram.

Sementara itu, sejumlah calon haji asal Kabupaten Rembang mengaku membawa beberapa barang ke Tanah Suci, selain dari yang sudah diatur. Selain rokok, beberapa dari jamaah mengaku membawa sambal kesukaan dari Tanah Air.

Umumnya, mereka menempatkannya ke dalam koper atau tas besar. Mereka hanya mengisi tas tenteng atau tas yang tidak masuk bagasi, dengan barang-barang seperti paspor, buku hijau atau buku kesehatan haji, dan kunci koper.

Menurut Atho’illah, masa berhaji selama 40 hari, dipahami sebagai waktu yang singkat, namun juga lama. Karena kesibukan beribadah dan tidak sempat keluar pemondokan, maka sebagian dari jamaah memilih membawa sejumlah makanan dari Tanah Air.

Untuk diketahui, dari 503 orang jamaah calon haji asal Kabupaten Rembang tahun ini, 500 orang di antaranya merupakan jamaah reguler, sedangkan dua orang lainnya adalah tim kesehatan haji daerah (TKHD) dan satu orang tim pemandu haji daerah (TPHD).

Jika semuanya lancar, Kloter 44 akan kembali tiba di Tanah Air pada 8 November, sedangkan Kloter 45 dan 46 akan tiba di Indonesia pada 9 November mendatang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan